[Cerita di bawah ini diambil dari blog seorang psikolog profesional]
Beberapa waktu lalu saya jumpa seorang kawan lama. Setelah diskusi ngalor-ngidul kami sampai pada diskusi mengenai bisnis dan dan investasi. Kawan saya ini lagi semangat sekali menjalani trading. Ia bercerita apa saja yang telah ia lakukan, yang telah ia capai, dan juga situasi terakhir yang ia alami.
Singkat cerita, kawan saya ini, mengeluhkan kinerjanya di bidang trading yang menurun drastis hingga beberapa kali mengalami kerugian dalam jumlah yang lumayan. Sebelumnya, ia telah mendapat untung yang cukup besar. Tapi sekarang, sepertinya dewi Fortuna telah berpaling darinya dan ia lebih sering merugi daripada untung. Apa yang sebenarnya terjadi?
Trading adalah satu bentuk kegiatan yang sangat menarik. Benar, kita bisa menghasilkan uang banyak dan juga bisa rugi besar.
Berikut ini adalah intisari diskusi kami. Saya tidak akan masuk ke teknik melakukan trading. Penjelasan saya lebih pada rahasia sukses trading dari sudut ilmu pikiran.
Untuk bisa sukses trading maka kita perlu tahu apa saja yang membuat orang gagal. Dengan mengatasi atau menghilangkan penyebab kegagalan, maka kita akan bisa berhasil.
Ada beberapa alasan orang gagal dalam melakukan trading. Saya akan menjelaskan poin-poin penting yang saya temukan, baik dari pengalaman pribadi maupun dari kasus yang dialami klien-klien saya. Besar harapan saya informasi dalam artikel ini bisa menginspirasi rekan-rekan yang biasa melakukan trading sehingga bisa semakin sukses.
Di buku Quantum Life Transformation saya menjelaskan bahwa untuk sukses dibutuhkan dua komponen yaitu God Factor dan Human Factor. Saya menuliskannya menjadi rumus:
God Factor X Human Factor = Success.
Saya tidak membahas God Factor karena ini di luar ranah keilmuan saya. Selain itu, relasi kita dengan Tuhan / Allah sifatnya sangat personal. Dalam kesempatan ini saya hanya akan membahas Human Factor yang terdiri atas BE dan DO.
Berikut ini adalah faktor penghambat sukses di bidang trading yang saya temukan dalam diri klien-klien saya.
1. Minim Pengetahuan dan Skill
Trading
Sama seperti kegiatan usaha lainnya membutuhkan pengetahuan dan kecakapan agar bisa menghasilkan keuntungan seperti yang diharapkan. Banyak trader yang menipu diri sendiri dengan mengaku sebagai investor padahal mereka sebenarnya gambler atau penjudi.
Seorang investor punya pengetahuan yang mendalam mengenai trading, market, mampu melakukan analisis tidak hanya analisis statistik tapi juga fundamental. Investor punya strategi yang jelas, terukur, dan biasanya bermain dalam jangka menengah dan panjang. Investor tahu benar kapan masuk dan keluar dari pasar.
Gambler masuk dan keluar dari pasar hanya berdasar feeling. Kalau pas lagi nasib baik, gambler akan mendapat untung besar. Kalau pas lagi apes… ya rugi besar. Seringkali gambler hanya ikut-ikutan dan tidak tahu alasan mengapa ia masuk atau keluar dari market.
Dari mana seseorang bisa mendapatkan pengetahuan yang dibutuhkan untuk bisa melakukan trading dengan hati-hati, cermat, terukur, dan untung?
a. Bisa belajar sendiri atau mengikuti pelatihan
Kriteria Trainer yang Kompeten
Bila Anda memutuskan untuk memperoleh pengetahuan melalui pelatihan maka beberapa saran berikut patut mendapat perhatian serius. Mengapa? Karena trading menggunakan uang sungguhan, bukan uang mainan. Jadi, kalau rugi, Anda yang akan kehilangan uang, bukan trainer. Kerugian ini bisa sangat besar dan seharusnya tidak perlu terjadi bila kita tahu cara bermain yang cantik.
Langkah awal untuk memilih trainer adalah dengan mencari-tahu rekam jejak atau track record si trainer, bisa melalui Google atau dari alumni pelatihannya. Jangan mudah terpengaruh dengan iming-iming pasti untung. Bila trainer ini menjamin atau menjanjikan pasti selalu untung, jangan ikut pelatihannya karena tidak mungkin kita selalu untung.
Namun sayangnya masyarakat umumnya kurang cermat atau kritis. Mereka sangat suka dan tanpa pikir panjang mengikuti pelatihan yang menjanjikan pasti untung dalam jumlah besar dan konsisten. Banyak yang kecewa karena setelah mempraktikkan apa yang dipelajari di pelatihan, yang katanya pasti untung besar dan konsisten, ternyata malah banyak yang buntung besar dan konsisten.
Cara lain adalah dengan meminta trainer menunjukkan rekam jejak trading yang ia lakukan. Dalam hal ini trainer perlu membuka account-nya dan menunjukkan secara live pada peserta pelatihannya. Akan sangat baik bila ia dapat menunjukkan aktivitas tradingnya selama dua atau tiga tahun terakhir. Dari sini kita akan tahu dan yakin bahwa pengetahuan, teknik, atau protokol yang ia gunakan benar-benar bisa menghasilkan keuntungan seperti yang ia janjikan. Dengan kata lain trainer ini punya rekam jejak yang proven.
b. Trial and Error
Ini yang paling sering dilakukan oleh trader pemula. Bila diperhatikan dengan cermat semantik trial and error secara jelas menunjukkan apa yang akan didapat oleh pelakunya. Pertama, trial atau coba dulu. Setelah itu akan error atau rugi. Saran saya, jangan pernah melakukan trial and error di dunia trading. Bila Anda ingin melakukan trading pastikan Anda punya pengetahuan dan kecakapan yang dibutuhkan untuk mendapat keuntungan.
Fokus Pada Loss, Baru Setelah itu Profit
Ini sepertinya bertentangan dengan prinsip positive thinking atau hukum pikiran yang biasa saya ulas di berbagai artikel saya. Benar, kita perlu fokus pada hal-hal positif.
Dalam trading, saat Anda fokus pada loss atau kerugian maka sebenarnya Anda fokus pada hal positif.
Anda mungkin tidak setuju dengan pernyataan saya di atas. Baik, saya akan ceritakan apa maksud saya.
Umumnya orang akan fokus pada keuntungan atau profit. Semakin mereka fokus pada untung maka semakin hilang kewaspadaan mereka. Trader yang baik memahami benar bahwa trading mengandung potensi yang sangat besar, baik potensi untung maupun rugi.
Untuk itu, yang perlu diperhatikan di awal adalah me-manage risiko.
Bila kemungkinan atau potensi yang mungkin mengakibatkan kerugian bisa diantisipasi atau diminimalkan, tidak mungkin dihilangkan, maka keuntungan bisa dengan mudah didapat.
2. Tidak Mengenali Karakter Diri
Trading, walaupun sangat menjanjikan, tidak cocok untuk semua orang. Untuk itu setiap trader, sebelum melakukan trading, perlu memahami siapa dirinya. Trader bisa melakukan tes Investor Risk Profile untuk mengetahui karakter mereka, apakah masuk tipe agresif, moderat, atau konservatif. Dari sini baru ditentukan jenis instrumen investasi yang sesuai dengan karakternya.
Dari hasil tes ini akan diketahui tingkat kemampuan penerimaan seseorang terhadap kerugian. Ada yang kuat atau sanggup menerima kerugian signifikan dengan kompensasi keuntungan yang (sangat) besar. Ada yang tahan bila ruginya tidak terlalu besar. Ada yang tidak bisa menerima walau rugi hanya sedikit.
3. Dikuasai Perasaan Takut dan Serakah
Ini adalah dua emosi dasar yang menguasai manusia. Seseorang memilih melakukan trading pasti berharap mendapat untung. Kalau bisa untung sebesar-besarnya. Ini namanya serakah. Di sisi lain ia takut bila rugi. Jadi, setiap kali masuk ke pasar dua perasaan ini selalu menghantui dan menguasai pikirannya.
Dan yang kita tahu, saat emosi bergejolak maka logika tidak bisa bekerja dengan baik. Semakin intens emosi seseorang, apapun emosinya, maka semakin tumpul logikanya.
Saat posisi sudah untung umumnya trader tidak segera memutuskan untuk keluar dan memetik untungnya. Mereka masih terus menunggu… dan menunggu… dan berharap bisa untung semakin besar. Biasanya di titik inilah pasar berbalik arah. Saat keuntungan mulai berkurang… semakin menurun… biasanya mereka akan masih positive thinking dan berharap kondisi ini akan berbalik lagi. Dan akhirnya… mereka rugi.
Positive thinking dalam dunia trading, apa lagi yang berlebih, adalah hal yang sangat negatif dan perlu dihindari.
Untuk itu trader perlu menentukan cukupnya berapa. Jadi, bila posisi sudah menguntungkan bisa langsung keluar dan mendapat untung. Setelah itu tidak perlu lagi memikirkan apakah kondisi pasar terus membaik, meningkat, atau menurun. Yang penting sudah dapat untung.
Ada beberapa alasan mengapa trader takut rugi:
- ia tidak siap secara mental
- uang yang dipakai main adalah uang pinjaman, uang orangtua, uang kredit, uang hasil menggadaikan sesuatu, uang tabungan, uang untuk keperluan tertentu. Intinya bukan uang menganggur.
- ia memilih trading sebagai jalan pintas untuk menghasilkan uang yang akan digunakan untuk membayar utang atau kewajiban lainnya.
Mengapa Virtual Trading Untung, Kalau Main Beneran Rugi?
Ini juga yang sangat sering dialami trader. Saat melakukan virtual trading biasanya mereka bisa untung (banyak). Setelah merasa yakin dan mampu, karena sering untung di virtual trading, mereka masuk ke pasar dan bermain dengan uang sungguhan. Apa yang terjadi? Ternyata mereka mengalami kerugian.
Lha, kok bisa? Iya, karena saat virtual trading pikiran dan perasaan mereka tenang. Mereka tahu bahwa kalaupun rugi maka ini hanya simulasi belaka, bukan kondisi riil. Namun saat mereka melakukan trading yang sesungguhnya, dan mempertaruhkan uang sungguhan, perasaan mereka akan selalu dipenuhi perasaan takut rugi.
Sesuai dengan hukum pikiran, semakin seseorang fokus pada satu hal, baik itu positf maupun negatif, maka ia akan mendapatkan apa yang menjadi fokusnya. Semakin ia takut rugi maka ia akan semakin rugi.
Seperti ada tertulis, “Apa yang kutakutkan, itu yang menimpa diriku.”
4. Kondisi Mental Tidak Kondusif
Kondisi mental yang tidak kondusif saat masuk ke pasar atau menetapkan posisi akan berpengaruh negatif terhadap hasil yang dicapai. Misal, lagi ada masalah atau kurang sehat. Sebaiknya saat masuk ke pasar atau melakukan analisis, pikiran dan perasaan benar-benar tenang dan tidak terganggu. Tidak boleh ada telpon, kunci pintu kamar. Saat melakukan analisa kondisi pasar dan memutuskan kapan masuk semuanya harus dilakukan dengan pikiran yang benar-benar tenang. Akan sangat baik bila steril dari emosi apapun.
Mindset Ingin Selalu Untung
Ini mindset yang salah. Banyak trader, atau yang lebih tepatnya adalah gambler, yang hanya mau untung dan tidak siap rugi. Mentalitas seperti ini adalah penghambat utama dalam sukses trading.
Mindset yang benar adalah dalam melakukan trading bisa untung dan rugi. Ini adalah hal yang biasa. Yang penting adalah lebih sering profit daripada loss.
5. Mental Block
Saya pernah membantu seorang trader yang telah berhasil profit US$ 10.000. Namun setelahnya ia rugi terus. Setiap kali mau masuk ke pasar ia selalu merasa sangat tidak nyaman. Dan bila ia paksakan main, hasilnya selalu rugi.
Setelah saya bantu cari apa masalahnya ternyata ada Bagian Diri yang tidak setuju atau mengijinkan ia untung besar. Bagian Diri ini hanya mengijinkan ia punya penghasilan Rp. 5 juta sebulan.
Setelah Bagian Diri ini diproses barulah ia bisa trading dengan perasaan nyaman dan untung.
Tidak Memberi Reward Diri Sendiri
Ini juga pernah terjadi pada seorang klien saya. Ia sangat lihay trading. Sering untung besar. Namun akhirnya ia mengalami hambatan yang tidak bisa ia jelaskan. Ia sering salah dalam kalkulasi dan membuat keputusan.
Singkat cerita, saat saya bantu dan proses di pikiran bawah sadarnya barulah terungkap bahwa ada Bagian Diri yang marah karena klien ini tidak pernah memberi hadiah untuk dirinya sendiri. Bagian Diri yang marah ini rupanya punya pengaruh yang cukup besar dalam dirinya sehingga memblok Bagian yang biasanya melakukan trading. Dengan kata lain klien mengalami sabotase diri.
6. Tidak Transfer ke Rekening di Indonesia
Umumnya para trader membuka account di luar negeri. Mereka melakukan trading dan bila untung keuntungannya langsung dikreditkan ke rekening mereka di luar negeri. Satu hal yang sering tidak disadari atau diketahui orang yaitu saat uang ini masih di rekening luar negeri maka pikiran bawah sadar menganggap ini bukan miliknya. Uang ini akan terus digunakan untuk trading, bisa bertambah bila untung dan bisa berkurang bila rugi. Dengan demikian pikiran bawah sadar tidak merasa memiliki uang ini. Cepat atau lambat ia bisa marah dan melakukan sabotase.
Yang perlu dilakukan adalah bila profit, sebagian keuntungan perlu ditarik balik ke Indonesia. Selama masih di rekening di luar negeri , secara psikologis, ini belum uang milik sendiri. Uang ini baru akan dirasakan menjadi “milik sendiri” bila sudah masuk rekening di Indonesia.
7. Tidak Punya Tujuan yang Jelas
Dalam melakukan satu kegiatan atau tindakan kita perlu memiliki tujuan yang jelas dan spesifik. Trading adalah salah satu cara untuk menghasilkan uang. Dan yang lebih penting sebenarnya bukan sekedar menghasilkan profit namun apa yang akan dilakukan dengan profit ini. Pikiran bawah sadar akan bekerja keras membantu seseorang mencapai goal yang personal dan bermakna.
*****
Financial Freedom - Truth Version [ II & III ]
PERAN
UANG DALAM KEHIDUPAN
Uang adalah alat penukar atau standar pengukur nilai (satuan hitungan) sah yang dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara. Uang juga adalah bagian dari harta kekayaan utama. Harta dalam bentuk likuid seperti uang dipandang mutlak harus selalu ada, sebab orang tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan.
Uang pada hakekatnya ialah relasi, yaitu relasi pertukaran yang diwujudkan secara lahiriah dan telah menjadi budaya selama ribuan tahun. Faktanya hampir segala hal bertalian dengan uang dan menjadi bagian integral yang tidak terpisahkan dari manusia. Uang digunakan untuk membeli/ menukar segala kebutuhan, dari kebutuhan primer, sekunder sampai tersier.
Orang yang memiliki uang dalam jumlah besar akan dipandang oleh masyarakat kapitalis lebih "bernilai" dibanding dengan mereka yang tidak memiliki uang dalam jumlah besar.
Di dunia modern yang semakin kapitalis dewasa ini, uang memiliki daya atau kekuatan yang semakin luar biasa. Uang telah menjadi fokus hidup hampir semua orang. Manusia adalah hamba uang! (Hampir semua). Dengan kenyataan ini, orang berusaha untuk memiliki uang dalam jumlah besar dengan pemikiran bahwa semakin banyak uang yang dimiliki, maka semakin merasa aman dan nyaman. Dengan kata lain: "financial freedom" dapat tercapai jika jumlah uang yang dimiliki memadai! Sebenarnya, perasaan atau perhitungan jumlah uang yang memadai itu , semakin menjauhkan diri dari kemerdekaan finansial sejati. Sungguh paradoks.
3 faktor kerentanan manusia:
1. Tubuh fana yang kemampuannya terbatas.
2. Hidup di dunia menghadapi ketidakpastian yang bisa mengancam setiap saat yang tidak diketahui sebelumnya.
3. Adanya kuasa gelap yang jahat berusaha menyeret manusia kepada kegelapan abadi! (Iblis)
Perlindungan artinya naungan, tempat atau kuasa untuk memperoleh perasaan aman, nyaman dan dijauhkan dari ancaman serta malapetaka. Apa itu aman? Nyaman? Ancaman? Malapetaka?
Sudut pandang manusia umumnya, aman nyaman adalah suasana sukacita kegembiraan kebahagiaan yang disebabkan atau ditopang oleh terpenuhinya kebutuhan primer (pangan sandang papan) dan sekunder (tv radio kendaraan dll) selanjutnya kebutuhan tersier (barang-barang lux) serta kesehatan; jauh dari wabah penyakit, ancaman perang, kejahatan manusia lain, dlsb.
Pada umumnya manusia menjadikan semua hal tersebut sebagai tujuan hidup, sehingga jika manusia memiliki semua itu barulah merasa hidupnya terlindungi. Itu sebabnya manusia mencari uang agar dengan kekuatan finansial ia dapat meraih semua yang dianggapnya dapat memberi "perlindungan". Justru keadaan dan pemikiran tersebut yang membuat manusia TERBELENGGU UANG. (*)
________________________________________________________
APAKAH KEBAHAGIAAN ITU ?
Konsep seseorang mengenai apa yang bisa membahagiakan hidup bisa menjadi seperti sebuah ruangan dimana ia mengunci diri. Jika seseorang beranggapan bahwa uang dapat membuat dirinya merasa lengkap utuh bahagia, maka ia akan terpenjara di dalamnya. Mengapa seseorang tidak mau keluar dari ruangan tersebut? Sebab ia sudah merasakan kenyamanannya. Baginya atmosfir ruangan hidupnya yang penuh uang itulah atmosfir yang paling enak dan satu-satunya yang bisa dinikmati; tidak percaya ada tempat lain yang lebih baik. Sampai ada goncangan hidup yang membuatnya tersadar bahwa uang bukanlah segala-galanya. Pada dasarnya kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang. Cara pandang financial-freedom yang benar adalah menyiapkan akal-budi yang benar tentang uang, waspada akan cara uang bekerja, mengelola waktu pikiran-tindakan untuk membawahi system-uang. Ini berarti lebih dari sekedar cara mendapatkan uang secara konsisten dan mengelolanya dengan benar...
Financial freedom yang sejati adalah kebahagiaan dalam Tuhan atau damai-sejahtera Tuhan! (*)
Uang adalah alat penukar atau standar pengukur nilai (satuan hitungan) sah yang dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara. Uang juga adalah bagian dari harta kekayaan utama. Harta dalam bentuk likuid seperti uang dipandang mutlak harus selalu ada, sebab orang tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan.
Uang pada hakekatnya ialah relasi, yaitu relasi pertukaran yang diwujudkan secara lahiriah dan telah menjadi budaya selama ribuan tahun. Faktanya hampir segala hal bertalian dengan uang dan menjadi bagian integral yang tidak terpisahkan dari manusia. Uang digunakan untuk membeli/ menukar segala kebutuhan, dari kebutuhan primer, sekunder sampai tersier.
Orang yang memiliki uang dalam jumlah besar akan dipandang oleh masyarakat kapitalis lebih "bernilai" dibanding dengan mereka yang tidak memiliki uang dalam jumlah besar.
Di dunia modern yang semakin kapitalis dewasa ini, uang memiliki daya atau kekuatan yang semakin luar biasa. Uang telah menjadi fokus hidup hampir semua orang. Manusia adalah hamba uang! (Hampir semua). Dengan kenyataan ini, orang berusaha untuk memiliki uang dalam jumlah besar dengan pemikiran bahwa semakin banyak uang yang dimiliki, maka semakin merasa aman dan nyaman. Dengan kata lain: "financial freedom" dapat tercapai jika jumlah uang yang dimiliki memadai! Sebenarnya, perasaan atau perhitungan jumlah uang yang memadai itu , semakin menjauhkan diri dari kemerdekaan finansial sejati. Sungguh paradoks.
3 faktor kerentanan manusia:
1. Tubuh fana yang kemampuannya terbatas.
2. Hidup di dunia menghadapi ketidakpastian yang bisa mengancam setiap saat yang tidak diketahui sebelumnya.
3. Adanya kuasa gelap yang jahat berusaha menyeret manusia kepada kegelapan abadi! (Iblis)
Perlindungan artinya naungan, tempat atau kuasa untuk memperoleh perasaan aman, nyaman dan dijauhkan dari ancaman serta malapetaka. Apa itu aman? Nyaman? Ancaman? Malapetaka?
Sudut pandang manusia umumnya, aman nyaman adalah suasana sukacita kegembiraan kebahagiaan yang disebabkan atau ditopang oleh terpenuhinya kebutuhan primer (pangan sandang papan) dan sekunder (tv radio kendaraan dll) selanjutnya kebutuhan tersier (barang-barang lux) serta kesehatan; jauh dari wabah penyakit, ancaman perang, kejahatan manusia lain, dlsb.
Pada umumnya manusia menjadikan semua hal tersebut sebagai tujuan hidup, sehingga jika manusia memiliki semua itu barulah merasa hidupnya terlindungi. Itu sebabnya manusia mencari uang agar dengan kekuatan finansial ia dapat meraih semua yang dianggapnya dapat memberi "perlindungan". Justru keadaan dan pemikiran tersebut yang membuat manusia TERBELENGGU UANG. (*)
________________________________________________________
APAKAH KEBAHAGIAAN ITU ?
Konsep seseorang mengenai apa yang bisa membahagiakan hidup bisa menjadi seperti sebuah ruangan dimana ia mengunci diri. Jika seseorang beranggapan bahwa uang dapat membuat dirinya merasa lengkap utuh bahagia, maka ia akan terpenjara di dalamnya. Mengapa seseorang tidak mau keluar dari ruangan tersebut? Sebab ia sudah merasakan kenyamanannya. Baginya atmosfir ruangan hidupnya yang penuh uang itulah atmosfir yang paling enak dan satu-satunya yang bisa dinikmati; tidak percaya ada tempat lain yang lebih baik. Sampai ada goncangan hidup yang membuatnya tersadar bahwa uang bukanlah segala-galanya. Pada dasarnya kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang. Cara pandang financial-freedom yang benar adalah menyiapkan akal-budi yang benar tentang uang, waspada akan cara uang bekerja, mengelola waktu pikiran-tindakan untuk membawahi system-uang. Ini berarti lebih dari sekedar cara mendapatkan uang secara konsisten dan mengelolanya dengan benar...
Financial freedom yang sejati adalah kebahagiaan dalam Tuhan atau damai-sejahtera Tuhan! (*)
Financial Freedom - Truth Version [ I ]
Pentingnya
Memahami Kemerdekaan Finansial - Truth Version
Kehidupan masyarakat modern tidak dapat dipisahkan dari uang. Bagaimana sikap kita terhadap uang sangat penting karena hal ini bertalian langsung dengan nafkah di bumi dan keselamatan kekal.
*Cinta uang adalah akar segala kejahatan*
Cinta uang artinya keadaan hati yang merasa tidak bahagia jika tidak memiliki uang dalam jumlah tertentu yang diharapkan dapat membahagiakan dirinya. Berharap dan berusaha memiliki uang lebih banyak untuk memenuhi keinginannya membeli/ memperoleh sesuatu.
Pada dasarnya kemerdekaan finansial adalah sikap hati yang tidak terikat dengan uang, dimana kita sudah bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Umumnya orang tidak pernah puas dengan jumlah uang yang dimilikinya sehingga selalu ingin menambah jumlahnya. Selama obsesi ini tidak diubah maka masalah finansial tidak pernah lepas dari hidup. Ini berarti tidak pernah mengalami kemerdekaan finansial.
2. Tidak mau atau tidak mampu berhemat dan mengelola keuangan secara bertanggung jawab.
3. Kesehatan
Hidup suka-suka, tidak menjaga kesehatan. Teratur berolahraga dengan menjaga pola makan serta menata pikiran yang baik adalah bagian dari kemerdekaan finansial.
4. Aktivitas
Masalah keuangan yang dialami seseorang bisa karena kemalasan yaitu kurangnya aktivitas yang produktif. Bisa juga karena banyak aktivitas namun konsumtif.
5. Doa
Doa yang kita panjatkan kepada Tuhan Sang Pencipta mengenai uang.... akan menentukan apakah kita terbebas dari masalah keuangan atau tidak. Kalau doa yang kita panjatkan semata-mata supaya Yang Maha Kuasa dan Maha Pemurah memberikan kita rejeki yang berlimpah dengan dana yang tertumpah serta duit yang tercurah, tanpa kerja keras dan cerdas, ya mana bisa. Ibarat mimpi atau khayalan semata. Doa tidak bisa menggantikan kerja keras dan cerdas. Bahkan walau kita bekerja keras dan cerdas, dengan doa yang hanya mohon rejeki... niscaya kita bisa mendapatkannya, tapi tetap tidak bisa mendapati kebebasan finansial sejati. Doa adalah dialog dengan Tuhan. Untuk mendapatkan kebebasan finansial sejati, selalu panjatkan ucapan syukur dan mencari kehendak-Nya, bukan kehendak kita. Kita masih hidup, bernafas, makan-minum cukup = masih diberi kesempatan terbebas bukan hanya dari kondisi finansial, lebih dari itu... terbebas dari pemikiran-pemikiran yang keliru (seperti konsumerisme dan tren gaya hidup modern, prinsip better is bigger, higher dll) (*)
Kehidupan masyarakat modern tidak dapat dipisahkan dari uang. Bagaimana sikap kita terhadap uang sangat penting karena hal ini bertalian langsung dengan nafkah di bumi dan keselamatan kekal.
*Cinta uang adalah akar segala kejahatan*
Cinta uang artinya keadaan hati yang merasa tidak bahagia jika tidak memiliki uang dalam jumlah tertentu yang diharapkan dapat membahagiakan dirinya. Berharap dan berusaha memiliki uang lebih banyak untuk memenuhi keinginannya membeli/ memperoleh sesuatu.
Pada dasarnya kemerdekaan finansial adalah sikap hati yang tidak terikat dengan uang, dimana kita sudah bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Mengenali Sumber Masalah Keuangan
1. Obsesi
Umumnya orang tidak pernah puas dengan jumlah uang yang dimilikinya sehingga selalu ingin menambah jumlahnya. Selama obsesi ini tidak diubah maka masalah finansial tidak pernah lepas dari hidup. Ini berarti tidak pernah mengalami kemerdekaan finansial.
2. Tidak mau atau tidak mampu berhemat dan mengelola keuangan secara bertanggung jawab.
3. Kesehatan
Hidup suka-suka, tidak menjaga kesehatan. Teratur berolahraga dengan menjaga pola makan serta menata pikiran yang baik adalah bagian dari kemerdekaan finansial.
4. Aktivitas
Masalah keuangan yang dialami seseorang bisa karena kemalasan yaitu kurangnya aktivitas yang produktif. Bisa juga karena banyak aktivitas namun konsumtif.
5. Doa
Doa yang kita panjatkan kepada Tuhan Sang Pencipta mengenai uang.... akan menentukan apakah kita terbebas dari masalah keuangan atau tidak. Kalau doa yang kita panjatkan semata-mata supaya Yang Maha Kuasa dan Maha Pemurah memberikan kita rejeki yang berlimpah dengan dana yang tertumpah serta duit yang tercurah, tanpa kerja keras dan cerdas, ya mana bisa. Ibarat mimpi atau khayalan semata. Doa tidak bisa menggantikan kerja keras dan cerdas. Bahkan walau kita bekerja keras dan cerdas, dengan doa yang hanya mohon rejeki... niscaya kita bisa mendapatkannya, tapi tetap tidak bisa mendapati kebebasan finansial sejati. Doa adalah dialog dengan Tuhan. Untuk mendapatkan kebebasan finansial sejati, selalu panjatkan ucapan syukur dan mencari kehendak-Nya, bukan kehendak kita. Kita masih hidup, bernafas, makan-minum cukup = masih diberi kesempatan terbebas bukan hanya dari kondisi finansial, lebih dari itu... terbebas dari pemikiran-pemikiran yang keliru (seperti konsumerisme dan tren gaya hidup modern, prinsip better is bigger, higher dll) (*)
Bagaimana Mengetahui Saham Apa yg akan Naik ?
One trillion dollar question... Saham apa yang akan segera naik? Naik tinggi dan kencang? Bagaimana mengetahui suatu saham akan segera naik harganya? Pengetahuan umum yang ada selama ini berusaha menjawab pertanyaan tersebut dengan dua pendekatan, yaitu:
1. Technical analysis
2. Fundamental analysis
Mitos #1 Kemampuan hebat Fundamental analysis menjadikan Warren Buffett kaya-raya / mampu memperkirakan suatu saham akan terbang tinggi harganya.
Tidak tepat, itu hanya di pikiran masyarakat umum sebagai hasil dari pemberitaan media. Faktanya Warren Buffett menjadi kaya-raya karena mampu melipatgandakan portfolionya dengan pertumbuhan rata-rata hanya 23% per-tahun selama lebih dari 50 tahun! Bila setahun ada 52 minggu, maka cukup dengan pertumbuhan portfolio kurang dari +0.5% per minggu.... anda bisa menjadi sekaya Warren Buffett !
Fakta #1 Kekayaan finansial dihasilkan dari system compounding-interest ! (keajaiban bunga- majemuk)
Mitos #2 Value investing akan melipatgandakan kekayaan secara pasti.
Tidak sepenuhnya benar. Kalau memang value-investing mampu memprediksi kenaikan harga saham secara eksak.... mengapa ada saham yang Price-Earning Ratio-nya tinggi ( dengan kata lain: valuasi saham sudah mahal, dimana harganya diatas nilai intrinsik) namun harga sahamnya masih terus melaju naik? Dan ada saham yang PE-Rationya rendah ( dengan kata lain: valuasi saham murah, dimana harga saham di bawah nilai intrinsik) tapi harganya nggak naik-naik?
*Catatan. Secara matematis umum, PE-Ratio dianggap rendah bila rasionya lebih rendah dibanding dengan deposito di bank. Sebaliknya PE-Ratio dianggap tinggi bila rasionya lebih tinggi dari bunga deposito. Bila misalnya bunga deposito 10% p.a. maka PE-Ratio deposito = 100/10 = 10 . Maka suatu saham dengan PE-Ratio di bawah 10 dianggap under-value secara umum. Namun tetap saja faktanya bahwa tidak ada satu saham-pun yang bila PE-rationya katakanlah 1 akan melaju menjadi 10, atau saham yang PER 30 lalu kemudian akan segera kembali turun supaya mendekati PER 10x. Jadi tidak ada ekuilibrium, tidak ada kepastian... maka demikian juga dengan value-investing hanya berupa persepsi dinamis di pikiran masing-masing investor, bila tidak mau dianggap sekedar "mitos".
Fakta #2 Faktor inflasi (pertumbuhan uang lebih tinggi dibanding pertumbuhan barang/ jasa) menyebabkan harga produk - termasuk saham - secara umum dalam jangka panjang akan naik terus harganya.
Mitos #3 Semua informasi pasar sudah tercermin dalam Technical Analysis , dengan demikian analisis teknikal dapat mengetahui pergerakan harga saham di masa datang (dengan kata lain: bisa mengetahui bilamana saham akan segera terbang harganya)
Ini mental masyarakat umum yang cenderung mempelajari pola-pola di masa-lalu untuk memperkirakan kejadian-kejadian di masa-datang. Padahal belum tentu rutinitas di-masa-lalu akan menjadi rutinitas di-masa-depan. Contoh: bila setiap hari George mampir ke McD membeli burger di tengah perjalanan menuju kantornya, maka kemungkinan besar besok demikian juga. Faktanya besok kita tidak tahu apakah George tetap melakukan hal itu? Bisa saja karena tiap hari George mengkonsumsi burger keju dan soda hingga kegemukan + stress pekerjaan.... besok ia mengalami stroke ringan? Dengan demikian dua hari berikutnya dan seterusnya George tidak lagi mampir ke McD... (mampirnya ke klub sehat :D )
Fakta #3 Kejadian (kebiasaan) di masa-lalu adalah fakta sejarah yang tersimpan di dalam memori pikiran. Kejadian (kebiasaan) di masa-depan adalah hasil dari keputusan (kejadian) di masa-kini yang bersifat dinamis (tidak pasti, fleksibel, dapat berubah-ubah tergantung situasi)
Perhatikan gambar analisa teknikal di-atas. Perhatikan baik-baik.... sekali lagi, perhatikan! Apakah garis merah itu akan terus ke arah atas? Sepertinya demikian, prediksi umum begitu. Namun faktanya kita tidak tahu! Rangkaian kejadian sangat bersifat fleksibel. Garis merah itu bisa terus naik, mendatar atau turun... tergantung keputusan dari pemilik tangan di gambar tsb, alias tergantung orang yang menggambarnya!
Kembali kepada "fakta pasar".... harga saham digerakkan oleh para pelaku-pasar, bukan FA atau TA.
Memang benar kalau para pelaku-pasar dipengaruhi oleh FA atau TA, itupun keputusan masing-masing, apakah mau atau bahkan menerjunkan diri untuk menggumuli FA atau TA!
Fakta #Utama Harga saham digerakkan oleh money-flow alias the-power-of buyers VS the-power-of-sellers.
1. Technical analysis
2. Fundamental analysis
Mitos #1 Kemampuan hebat Fundamental analysis menjadikan Warren Buffett kaya-raya / mampu memperkirakan suatu saham akan terbang tinggi harganya.
Tidak tepat, itu hanya di pikiran masyarakat umum sebagai hasil dari pemberitaan media. Faktanya Warren Buffett menjadi kaya-raya karena mampu melipatgandakan portfolionya dengan pertumbuhan rata-rata hanya 23% per-tahun selama lebih dari 50 tahun! Bila setahun ada 52 minggu, maka cukup dengan pertumbuhan portfolio kurang dari +0.5% per minggu.... anda bisa menjadi sekaya Warren Buffett !
Fakta #1 Kekayaan finansial dihasilkan dari system compounding-interest ! (keajaiban bunga- majemuk)
Mitos #2 Value investing akan melipatgandakan kekayaan secara pasti.
Tidak sepenuhnya benar. Kalau memang value-investing mampu memprediksi kenaikan harga saham secara eksak.... mengapa ada saham yang Price-Earning Ratio-nya tinggi ( dengan kata lain: valuasi saham sudah mahal, dimana harganya diatas nilai intrinsik) namun harga sahamnya masih terus melaju naik? Dan ada saham yang PE-Rationya rendah ( dengan kata lain: valuasi saham murah, dimana harga saham di bawah nilai intrinsik) tapi harganya nggak naik-naik?
*Catatan. Secara matematis umum, PE-Ratio dianggap rendah bila rasionya lebih rendah dibanding dengan deposito di bank. Sebaliknya PE-Ratio dianggap tinggi bila rasionya lebih tinggi dari bunga deposito. Bila misalnya bunga deposito 10% p.a. maka PE-Ratio deposito = 100/10 = 10 . Maka suatu saham dengan PE-Ratio di bawah 10 dianggap under-value secara umum. Namun tetap saja faktanya bahwa tidak ada satu saham-pun yang bila PE-rationya katakanlah 1 akan melaju menjadi 10, atau saham yang PER 30 lalu kemudian akan segera kembali turun supaya mendekati PER 10x. Jadi tidak ada ekuilibrium, tidak ada kepastian... maka demikian juga dengan value-investing hanya berupa persepsi dinamis di pikiran masing-masing investor, bila tidak mau dianggap sekedar "mitos".
Fakta #2 Faktor inflasi (pertumbuhan uang lebih tinggi dibanding pertumbuhan barang/ jasa) menyebabkan harga produk - termasuk saham - secara umum dalam jangka panjang akan naik terus harganya.
Mitos #3 Semua informasi pasar sudah tercermin dalam Technical Analysis , dengan demikian analisis teknikal dapat mengetahui pergerakan harga saham di masa datang (dengan kata lain: bisa mengetahui bilamana saham akan segera terbang harganya)
Ini mental masyarakat umum yang cenderung mempelajari pola-pola di masa-lalu untuk memperkirakan kejadian-kejadian di masa-datang. Padahal belum tentu rutinitas di-masa-lalu akan menjadi rutinitas di-masa-depan. Contoh: bila setiap hari George mampir ke McD membeli burger di tengah perjalanan menuju kantornya, maka kemungkinan besar besok demikian juga. Faktanya besok kita tidak tahu apakah George tetap melakukan hal itu? Bisa saja karena tiap hari George mengkonsumsi burger keju dan soda hingga kegemukan + stress pekerjaan.... besok ia mengalami stroke ringan? Dengan demikian dua hari berikutnya dan seterusnya George tidak lagi mampir ke McD... (mampirnya ke klub sehat :D )
Fakta #3 Kejadian (kebiasaan) di masa-lalu adalah fakta sejarah yang tersimpan di dalam memori pikiran. Kejadian (kebiasaan) di masa-depan adalah hasil dari keputusan (kejadian) di masa-kini yang bersifat dinamis (tidak pasti, fleksibel, dapat berubah-ubah tergantung situasi)
Perhatikan gambar analisa teknikal di-atas. Perhatikan baik-baik.... sekali lagi, perhatikan! Apakah garis merah itu akan terus ke arah atas? Sepertinya demikian, prediksi umum begitu. Namun faktanya kita tidak tahu! Rangkaian kejadian sangat bersifat fleksibel. Garis merah itu bisa terus naik, mendatar atau turun... tergantung keputusan dari pemilik tangan di gambar tsb, alias tergantung orang yang menggambarnya!
Kembali kepada "fakta pasar".... harga saham digerakkan oleh para pelaku-pasar, bukan FA atau TA.
Memang benar kalau para pelaku-pasar dipengaruhi oleh FA atau TA, itupun keputusan masing-masing, apakah mau atau bahkan menerjunkan diri untuk menggumuli FA atau TA!
Fakta #Utama Harga saham digerakkan oleh money-flow alias the-power-of buyers VS the-power-of-sellers.
Rahasia Sukses George Soros: Esensi Alchemy of Finance
* Bagaimana
sukses keuangan & kegagalan prediksi dapat dirujukkan?
Alchemy: berusaha menciptakan keadaan yang diinginkan. Sasaran utama alchemy: sukses operasional. Dalam pasar finansial, sukses operasional yaitu consistently exponential profit.
Sukses keuangan bergantung pada kemampuan untuk mengantisipasi harapan yang ada & bukan perkembangan dunia nyata.
* Prediksi... Hanya merupakan kerangka pikir untuk memahami rangkaian kejadian, saat itu tergelar. Diuji di lapangan (market): yang lulus dikukuhkan, yang gagal dibuang. Lakukan secara sadar. Kriteria: sukses operasional.
Secara sadar rumuskan hipotesis, maka kita dapat secara konsisten mengungguli rata-rata pasar, asalkan prediksi spesifik kita tidak menyimpang terlalu jauh. Perlakukan pasar sebagai mekanisme untuk menguji hipotesis, merupakan hipotesis yang efektif. Ini memberikan hasil yang lebih baik daripada sekedar langkah-acak (random walk).
* Kriteria yang dapat kita gunakan untuk mengidentifikasi kesalahan kita: perilaku pasar. Proses pengambilan-keputusan kita dipengaruhi oleh tindakan pasar. Pasar menyediakan kriteria untuk menilai keputusan investasi.
* Bertaruh menentang harapan yang umum berlaku (trend), jauh dari aman. Jadilah Anti-contrarian yang teguh!
* Bila rangkaian kejadian dipengaruhi oleh bias pelaku, kejadian-kejadian di masa depan terbuka untuk dimanipulasi oleh pengamat. Para pelaku mungkin lebih tertarik untuk mengubah rangkaian kejadian, ketimbang memahaminya.
* Memperdebatkan motivasi akan sama sekali tidak bermanfaat. Setiap kontribusi haruslah dipertimbangkan berdasarkan kegunaannya & bukan berdasarkan niatnya. Masalahnya bukan menyangkut motivasi, melainkan menyangkut efek operasional.
* Pasar telah selalu membantu menjaga kesadaran kita akan realitas. Realtime experiment mengembalikan aktivitas investasi & kemampuan kita mengekspresikan diri sendiri.
* Dalam peradaban kita, nilai laba (profit) dilebih-lebihkan & begitu juga nilai obyektivitas. Harga pasar merupakan kriteria efektivitas, tapi bukan kriteria kebenaran.
Paradoks Reformasi Sistemik
Hidup (fisik) itu sementara; hanya kematian yang permanen.
Solusi temporer jauh lebih baik daripada tidak ada solusi sama sekali. Yang permanen & sempurna adalah kematian. Ide tentang kematian hanyalah satu gagasan, dan kaitan antara fakta & gagasan tidaklah sempurna. Fakta yang jelas & ada sekarang adalah bahwa kita hidup.
Alchemy: berusaha menciptakan keadaan yang diinginkan. Sasaran utama alchemy: sukses operasional. Dalam pasar finansial, sukses operasional yaitu consistently exponential profit.
Sukses keuangan bergantung pada kemampuan untuk mengantisipasi harapan yang ada & bukan perkembangan dunia nyata.
* Prediksi... Hanya merupakan kerangka pikir untuk memahami rangkaian kejadian, saat itu tergelar. Diuji di lapangan (market): yang lulus dikukuhkan, yang gagal dibuang. Lakukan secara sadar. Kriteria: sukses operasional.
Secara sadar rumuskan hipotesis, maka kita dapat secara konsisten mengungguli rata-rata pasar, asalkan prediksi spesifik kita tidak menyimpang terlalu jauh. Perlakukan pasar sebagai mekanisme untuk menguji hipotesis, merupakan hipotesis yang efektif. Ini memberikan hasil yang lebih baik daripada sekedar langkah-acak (random walk).
* Kriteria yang dapat kita gunakan untuk mengidentifikasi kesalahan kita: perilaku pasar. Proses pengambilan-keputusan kita dipengaruhi oleh tindakan pasar. Pasar menyediakan kriteria untuk menilai keputusan investasi.
* Bertaruh menentang harapan yang umum berlaku (trend), jauh dari aman. Jadilah Anti-contrarian yang teguh!
* Bila rangkaian kejadian dipengaruhi oleh bias pelaku, kejadian-kejadian di masa depan terbuka untuk dimanipulasi oleh pengamat. Para pelaku mungkin lebih tertarik untuk mengubah rangkaian kejadian, ketimbang memahaminya.
* Memperdebatkan motivasi akan sama sekali tidak bermanfaat. Setiap kontribusi haruslah dipertimbangkan berdasarkan kegunaannya & bukan berdasarkan niatnya. Masalahnya bukan menyangkut motivasi, melainkan menyangkut efek operasional.
* Pasar telah selalu membantu menjaga kesadaran kita akan realitas. Realtime experiment mengembalikan aktivitas investasi & kemampuan kita mengekspresikan diri sendiri.
* Dalam peradaban kita, nilai laba (profit) dilebih-lebihkan & begitu juga nilai obyektivitas. Harga pasar merupakan kriteria efektivitas, tapi bukan kriteria kebenaran.
Paradoks Reformasi Sistemik
Hidup (fisik) itu sementara; hanya kematian yang permanen.
Solusi temporer jauh lebih baik daripada tidak ada solusi sama sekali. Yang permanen & sempurna adalah kematian. Ide tentang kematian hanyalah satu gagasan, dan kaitan antara fakta & gagasan tidaklah sempurna. Fakta yang jelas & ada sekarang adalah bahwa kita hidup.
Thinking: FAST & S L O W . . .
Be careful: Hindsight mind
bias
"We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not an act, but a habit."
"We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not an act, but a habit."
~Aristotle~
We stopped checking under our bed for monsters when we realized they were inside us...
We stopped checking under our bed for monsters when we realized they were inside us...
The final weapon is the brain. All
else is supplemental.
Sometimes there's justice and sometimes there's just us.
"Bukanlah kejadian-kejadian, tetapi opini kita tentang hal itulah, yang menyebabkan kita menderita" -Dr.Albert Ellis-
RISIKO
* "Risiko" tidak ada "di luar sana", terbebas dari akal budi & budaya kita, menunggu diukur. Manusia telah menciptakan konsep "risiko" utk membantu mengerti & menghadapi bahaya & ketidakpastian dlm kehidupan. Walau segala bahaya itu nyata, tdk ada "risiko riil" atau "risiko objektif". -Paul Slovic-
Sometimes there's justice and sometimes there's just us.
"Bukanlah kejadian-kejadian, tetapi opini kita tentang hal itulah, yang menyebabkan kita menderita" -Dr.Albert Ellis-
RISIKO
* "Risiko" tidak ada "di luar sana", terbebas dari akal budi & budaya kita, menunggu diukur. Manusia telah menciptakan konsep "risiko" utk membantu mengerti & menghadapi bahaya & ketidakpastian dlm kehidupan. Walau segala bahaya itu nyata, tdk ada "risiko riil" atau "risiko objektif". -Paul Slovic-
* Definisi risiko adalah penggunaan kekuasaan.
* Rasional atau tidak, rasa takut itu
menyakitkan & melumpuhkan.
PREDIKSI VIA KETERWAKILAN
* Pertanyaan tentang probabilitas itu sukar & pertanyaan mengenai kemiripan itu lebih mudah & yang mudahlah yang dijawab. Itu kesalahan serius, karena penilaian kemiripan & probabilitas tidak diatur oleh logika yg sama.
* Pertanyaan tentang probabilitas itu sukar & pertanyaan mengenai kemiripan itu lebih mudah & yang mudahlah yang dijawab. Itu kesalahan serius, karena penilaian kemiripan & probabilitas tidak diatur oleh logika yg sama.
* Informasi yang tidak
berharga seharusnya diperlakukan = ketiadaan informasi.
* Saat ragu mengenai mutu bukti: biarkan pertimbangan probabilitas, dekat dengan nilai dasar.
* Agar berguna, kepercayaan Anda harus dibatasi logika probabilitas.
* Kunci penting untuk penalaran yang disiplin:
1.Jangkarkan pertimbangan probabilitas, ke
nilai dasar yang masuk akal.
2.Pertanyakan diagnosis bukti.
LEBAY: ILUSI PEMAHAMAN
* Tes pamungkas atas penjelasan peristiwa: apakah penjelasan itu membuat peristiwanya bisa diprediksi sebelumnya?
* Agar dapat berpikir jernih tentang masa depan, kita perlu membersihkan bahasa yang kita gunakan untuk memberi label kepada kepercayaan kita pada masa lalu (seperti: tahu, intuisi, firasat)
* Bagaimana perasaan saya... Menjadi jawaban untuk pertanyaan yang jauh lebih sukar :apa yang saya pikirkan mengenai hal ini?
2.Pertanyakan diagnosis bukti.
LEBAY: ILUSI PEMAHAMAN
* Tes pamungkas atas penjelasan peristiwa: apakah penjelasan itu membuat peristiwanya bisa diprediksi sebelumnya?
* Agar dapat berpikir jernih tentang masa depan, kita perlu membersihkan bahasa yang kita gunakan untuk memberi label kepada kepercayaan kita pada masa lalu (seperti: tahu, intuisi, firasat)
* Bagaimana perasaan saya... Menjadi jawaban untuk pertanyaan yang jauh lebih sukar :apa yang saya pikirkan mengenai hal ini?
* Perkiraan mengenai penyebab... Dilencengkan liputan media. Dunia di dalam kepala kita bukanlah replika persis realitas. Harapan kita atas frekuensi peristiwa, terdistorsi kelimpahan & kekuatan emosional pesan-pesan yang kita terima.
* Penilaian diri di-dominasi oleh kemudahan contoh yang muncul dalam benak. Pengalaman pencarian contoh yang lancar mengalahkan jumlah contoh.
* Pemikiran & perilaku kita dipengaruhi - lebih banyak daripada yang kita tahu atau inginkan - oleh situasi & lingkungan.
* Sugesti adalah salah satu efek penyiapan, yang secara selektif memanggil bukti yang cocok.
* Suasana hati terkini, berpengaruh sangat besar ketika orang meng-evaluasi kebahagiaan.
* Kognisi itu berwujud; Anda berpikir dengan tubuh Anda, tidak hanya otak.
* Keyakinan adalah suatu perasaan, yang mencerminkan
koherensi informasi & kemudahan kognitif mengolah informasi itu.
* Dunia ini lebih tidak bisa dimengerti daripada yang (kita) pikir. Koherensinya sebagian besar datang dari cara kerja akal budi (masing-masing individu).
* Keakraban tidak mudah dibedakan dari kebenaran.
* Kesukaan kita terhadap pemikiran sebab-akibat mendatangkan kesalahan-kesalahan serius dalam meng-evaluasi keacakan peristiwa-peristiwa yang murni acak.
BlackSwan
* Jika anda masih hidup sampai esok hari, itu mengandung arti bahwa:
* Dunia ini lebih tidak bisa dimengerti daripada yang (kita) pikir. Koherensinya sebagian besar datang dari cara kerja akal budi (masing-masing individu).
* Keakraban tidak mudah dibedakan dari kebenaran.
* Kesukaan kita terhadap pemikiran sebab-akibat mendatangkan kesalahan-kesalahan serius dalam meng-evaluasi keacakan peristiwa-peristiwa yang murni acak.
BlackSwan
* Jika anda masih hidup sampai esok hari, itu mengandung arti bahwa:
(a)Anda akan hidup lebih lama, atau
(b)Anda lebih
dekat ke tanggal kematian.
Ke-2 kesimpulan tsb didasari dari data yang
sama!
* Narrative fallacy: kecenderungan kita membuat tafsiran berlebihan & preferensi kita untuk membuat cerita yang ringkas tapi padat, ketimbang menyajikan kebenaran yang seadanya.
* Yang penting bukan apa yang anda katakan kepada seseorang, melainkan bagamana anda mengatakannya :Framing
MasterKey
* Sikap pikiran kita terhadap kehidupan akan menentukan pengalaman hidup yang akan kita alami.
* Narrative fallacy: kecenderungan kita membuat tafsiran berlebihan & preferensi kita untuk membuat cerita yang ringkas tapi padat, ketimbang menyajikan kebenaran yang seadanya.
* Yang penting bukan apa yang anda katakan kepada seseorang, melainkan bagamana anda mengatakannya :Framing
MasterKey
* Sikap pikiran kita terhadap kehidupan akan menentukan pengalaman hidup yang akan kita alami.
Prediction: Market Behavior vs Ourselves Behavior
Saya kira setiap penulis memiliki satu harapan bahwa karyanya bisa memberi manfaat
kepada pembaca. Keadaan yang saya pikirkan adalah: ketika tengah bekerja, kita
sering kali menerima sms dan panggilan telepon dari tele-marketing yg menawarkan
produk-produk finansial seperti angsuran kredit tanpa jaminan, asuransi dan peluang di
pasar future atau forex.
Kebetulan duakali* pekerjaan saya adalah sebagai pialang saham (sejujurnya saya tidak menyukai kata pialang, apalagi broker. Saya lebih memilih istilah "mas" : singkatan dari market associate & supporter) yang sebagian pekerjaannya adalah up-date berita & analisa saham/ pasar.
Ketika client (atau anda) bertanya saham apa yang prospek atau bagaimana prospek suatu saham, atau bagaimana tren pasar, biasanya saya menjawab (saya yakin demikian juga rekan-rekan pialang yang lain, juga analis dan para 'pakar') dengan up-date berita, rumor, plus tambahan argumentasi dengan memaparkan analisa teknis (TA) maupun fundamental (FA). Pemaparan dengan menggunakan 'analisa' terkesan meyakinkan, canggih, pakar, "expert", sound rational & reasonable, sebab-akibat yang selalu dapat dibuktikan... setelah kejadian!
SETELAH TERJADI itu SELALU TEPAT
Ya. Misalnya anda penasaran dg saham A, sekarang tanggal 10/10 harganya Rp1000, & bertanya kepada 'pakar' bagaimana prospeknya. Kemungkinan pakar tsb akan menjelaskan dengan cara:
# memberi informasi dari berita2 ttg perusahaan tsb,
#lengkap dengan paparan analisa:
.)TA Teknikal
misalnya: pola up-trend; target atau resistance-nya rp1200, support rp950,
.)FA fundamental
misalnya: masih under-value sebab valuasi wajar rp1500
Jadi rekomendasi pakar sekarang: Buy (Rp1000) dengan target trader sell Rp1200, target investor hold (SEBAB fair-value nya Rp1500)
Andai bulan depannya yaitu tgl 11/11 saham A ternyata rp900, maka pakar selalu tepat setelah terjadi, sebab:
# trader harusnya sudah memotong kerugian (cut-loss) pada titik support rp950.
# investor harusnya tetap hold dan tenang, karena "fair-value"nya rp1500!
Saya tidak perlu jelaskan bilamana harga saham A tgl 11/11 misalnya rp1100, karena dengan demikian opini pakar tsb secara faktual ke "arah yg benar" (SEBAB target rp1200 utk trader, rp1500 utk investor).
Bagaimana kalau berikutnya tgl 12/12, harga saham A rp700? Pakar selalu benar (saat terjadi):
# trader harusnya menghindari saham ini, karena secara grafis TA-nya down-trend. Ingat stop-loss rp950.
# investor perlu meng-evaluasi lagi posisinya, SEBAB ada berita-data terbaru emiten tsb yg bakal mengubah valuasi-nya sehingga FA yg lalu menjadi tidak valid lagi. Taksiran sekarang valuasi wajar menjadi rp1000.
Bagaimana & mengapa sering terjadi - andai anda investor - cenderung hold-saham A (SEBAB harga beli awal rp1000 masih = valuasi revisi tsb). Atau yg lebih absurd adalah melakukan average-down (SEBAB rp700 itu menjadi lebih under-value) ?
SEBAB - AKIBAT
Blog tulisan ini adalah bentuk 'greget' saya saat ini, akan kesalahan-kesalahan mendasar atas pola pikir para pelaku pasar (termasuk diri saya sebagai seorang "mas"), dalam memandang dan memprediksi dinamika dan volatilitas di bursa. Pikiran kita - sepertinya tanpa sadar - telah dibentuk, atau diarahkan, oleh pendapat para pakar analisis investasi (TA dan FA) dan pengetahuan akademik para ekonom canggih yang mendasari analisis tersebut. Pada kenyataannya (anda bisa lakukan uji statistik, kalau mau) prediksi, pendapat atau analisis para pakar tsb seringkali tidak benar.
Anda, saya dan para pakar saham sebetulnya sama-sama TIDAK TAHU apa yg akan terjadi hari esok; namun para pakar memiliki cara yg canggih utk menjelaskan, mereka punya "CERITA SEBAB-AKIBAT yg lebih baik dan terasa masuk-akal" daripada kebanyakan orang awam! Keberhasilannya dalam prediksi tidak lebih dari kebetulan (expert's luck) yang seringkali diberitakan & disebar-luaskan sehingga seolah-olah menegaskan kecakapannya dalam prediksi; namun kegagalannya tidak lebih dari kesalahan pasar, atau seringkali terlupakan & tidak diberitakan, atau dipatahkan dengan argumentasi sebab-akibat terbaru!
POSISI POSISI POSISI
Kalau bisnis properti mengenal jargon "lokasi-lokasi-lokasi" maka bisnis finansial (seperti pasar saham) adalah pas dengan jargon "posisi-posisi-posisi". Posisi buy antisipasi saham naik (saat sideways). Posisi hold ketika saham trend naik. Posisi sell ketika (trend) saham turun.
Pemahaman dan pengetahuan yang saya paparkan di sini, tidak dimaksudkan sebagai pengganti analisa teknikal, analisa fundamental maupun analisis psikologis & intuitif, karena tugas tsb sudah dilakukan oleh para pakar dan diri anda sendiri. Tujuan utama saya disini adalah menyajikan pandangan dari atas (helicopter-view) cara kerja pikiran dalam membuat prediksi + keputusan, dan pandangan dari dalam (insight-view) mengenai cara kerja pasar modal (yang secara khusus, contoh pemaparannya adalah pasar saham Indonesia - Bursa Efek Indonesia) sehingga meningkatkan kualitas keputusan dalam bertransaksi (buy-hold-sell) bagi semua pelaku pasar.
Dengan kata lain secara singkat: tujuannya adalah U3
Untung-untung-untung atau
Ujung-ujungnya untung :)
Salah satu perkembangan yang penting adalah, kita sekarang mengerti bahwa prediksi - baik analisa atau intuisi - para pakar maupun kita sendiri berpotensi sama benarnya (atau sama salahnya). Tinggal bagaimana kita menyikapi prediksi-prediksi tsb dalam membuat keputusan. Akibat memahami & menyikapi prediksi-prediksi secara lebih baik & bijaksana, menyebabkan pilihan-pilihan keputusan yang lebih baik. Akibat eksekusi keputusan-keputusan yang lebih baik menyebabkan kebetulan-kebetulan yang kita sebut sebagai keberuntungan atau "keberhasilan".
Benar-benar benar
Prediksi --> sikap --> alternatif --> keputusan -->
kebetulan = keberuntungan
Kebetulan duakali* pekerjaan saya adalah sebagai pialang saham (sejujurnya saya tidak menyukai kata pialang, apalagi broker. Saya lebih memilih istilah "mas" : singkatan dari market associate & supporter) yang sebagian pekerjaannya adalah up-date berita & analisa saham/ pasar.
Ketika client (atau anda) bertanya saham apa yang prospek atau bagaimana prospek suatu saham, atau bagaimana tren pasar, biasanya saya menjawab (saya yakin demikian juga rekan-rekan pialang yang lain, juga analis dan para 'pakar') dengan up-date berita, rumor, plus tambahan argumentasi dengan memaparkan analisa teknis (TA) maupun fundamental (FA). Pemaparan dengan menggunakan 'analisa' terkesan meyakinkan, canggih, pakar, "expert", sound rational & reasonable, sebab-akibat yang selalu dapat dibuktikan... setelah kejadian!
SETELAH TERJADI itu SELALU TEPAT
Ya. Misalnya anda penasaran dg saham A, sekarang tanggal 10/10 harganya Rp1000, & bertanya kepada 'pakar' bagaimana prospeknya. Kemungkinan pakar tsb akan menjelaskan dengan cara:
# memberi informasi dari berita2 ttg perusahaan tsb,
#lengkap dengan paparan analisa:
.)TA Teknikal
misalnya: pola up-trend; target atau resistance-nya rp1200, support rp950,
.)FA fundamental
misalnya: masih under-value sebab valuasi wajar rp1500
Jadi rekomendasi pakar sekarang: Buy (Rp1000) dengan target trader sell Rp1200, target investor hold (SEBAB fair-value nya Rp1500)
Andai bulan depannya yaitu tgl 11/11 saham A ternyata rp900, maka pakar selalu tepat setelah terjadi, sebab:
# trader harusnya sudah memotong kerugian (cut-loss) pada titik support rp950.
# investor harusnya tetap hold dan tenang, karena "fair-value"nya rp1500!
Saya tidak perlu jelaskan bilamana harga saham A tgl 11/11 misalnya rp1100, karena dengan demikian opini pakar tsb secara faktual ke "arah yg benar" (SEBAB target rp1200 utk trader, rp1500 utk investor).
Bagaimana kalau berikutnya tgl 12/12, harga saham A rp700? Pakar selalu benar (saat terjadi):
# trader harusnya menghindari saham ini, karena secara grafis TA-nya down-trend. Ingat stop-loss rp950.
# investor perlu meng-evaluasi lagi posisinya, SEBAB ada berita-data terbaru emiten tsb yg bakal mengubah valuasi-nya sehingga FA yg lalu menjadi tidak valid lagi. Taksiran sekarang valuasi wajar menjadi rp1000.
Bagaimana & mengapa sering terjadi - andai anda investor - cenderung hold-saham A (SEBAB harga beli awal rp1000 masih = valuasi revisi tsb). Atau yg lebih absurd adalah melakukan average-down (SEBAB rp700 itu menjadi lebih under-value) ?
SEBAB - AKIBAT
Blog tulisan ini adalah bentuk 'greget' saya saat ini, akan kesalahan-kesalahan mendasar atas pola pikir para pelaku pasar (termasuk diri saya sebagai seorang "mas"), dalam memandang dan memprediksi dinamika dan volatilitas di bursa. Pikiran kita - sepertinya tanpa sadar - telah dibentuk, atau diarahkan, oleh pendapat para pakar analisis investasi (TA dan FA) dan pengetahuan akademik para ekonom canggih yang mendasari analisis tersebut. Pada kenyataannya (anda bisa lakukan uji statistik, kalau mau) prediksi, pendapat atau analisis para pakar tsb seringkali tidak benar.
Anda, saya dan para pakar saham sebetulnya sama-sama TIDAK TAHU apa yg akan terjadi hari esok; namun para pakar memiliki cara yg canggih utk menjelaskan, mereka punya "CERITA SEBAB-AKIBAT yg lebih baik dan terasa masuk-akal" daripada kebanyakan orang awam! Keberhasilannya dalam prediksi tidak lebih dari kebetulan (expert's luck) yang seringkali diberitakan & disebar-luaskan sehingga seolah-olah menegaskan kecakapannya dalam prediksi; namun kegagalannya tidak lebih dari kesalahan pasar, atau seringkali terlupakan & tidak diberitakan, atau dipatahkan dengan argumentasi sebab-akibat terbaru!
POSISI POSISI POSISI
Kalau bisnis properti mengenal jargon "lokasi-lokasi-lokasi" maka bisnis finansial (seperti pasar saham) adalah pas dengan jargon "posisi-posisi-posisi". Posisi buy antisipasi saham naik (saat sideways). Posisi hold ketika saham trend naik. Posisi sell ketika (trend) saham turun.
Pemahaman dan pengetahuan yang saya paparkan di sini, tidak dimaksudkan sebagai pengganti analisa teknikal, analisa fundamental maupun analisis psikologis & intuitif, karena tugas tsb sudah dilakukan oleh para pakar dan diri anda sendiri. Tujuan utama saya disini adalah menyajikan pandangan dari atas (helicopter-view) cara kerja pikiran dalam membuat prediksi + keputusan, dan pandangan dari dalam (insight-view) mengenai cara kerja pasar modal (yang secara khusus, contoh pemaparannya adalah pasar saham Indonesia - Bursa Efek Indonesia) sehingga meningkatkan kualitas keputusan dalam bertransaksi (buy-hold-sell) bagi semua pelaku pasar.
Dengan kata lain secara singkat: tujuannya adalah U3
Untung-untung-untung atau
Ujung-ujungnya untung :)
Salah satu perkembangan yang penting adalah, kita sekarang mengerti bahwa prediksi - baik analisa atau intuisi - para pakar maupun kita sendiri berpotensi sama benarnya (atau sama salahnya). Tinggal bagaimana kita menyikapi prediksi-prediksi tsb dalam membuat keputusan. Akibat memahami & menyikapi prediksi-prediksi secara lebih baik & bijaksana, menyebabkan pilihan-pilihan keputusan yang lebih baik. Akibat eksekusi keputusan-keputusan yang lebih baik menyebabkan kebetulan-kebetulan yang kita sebut sebagai keberuntungan atau "keberhasilan".
Benar-benar benar
Prediksi --> sikap --> alternatif --> keputusan -->
kebetulan = keberuntungan
Review "The Real-Investment" every 3-Minutes !
[Mimpi dini hari 11-Jan-2015]
Suasana outing kantor. Ceritanya: saya dan istri sekantor.
Menginap di suatu hotel, di luar negeri. Acara outing sudah hampir selesai, semua orang sudah mengemas pakaian dan bersiap-siap berangkat ke bandara untuk kembali pulang ke tanah air.
Saya terperangah, barang-barang saya masih berantakan, saya belum mandi... dan saya merasa urgent ingin mandi terlebih dahulu. Sementara saya mau mandi, saya mengabari ke handphone istri - yang sedang berada di luar hotel - sedang pergi berjalan-jalan di pertokoan. Dengan beberapa temannya, ia masih asyik mencari barang-barang souvenir.
Dalam percakapan via handphone, ia yakin bahwa masih begitu banyak waktu tersisa, sebelum keberangkatan pesawat. Bahkan istri saya meminta saya untuk menunda jadwal keberangkatan pesawat ! Saya mengecek jadwal take-off pesawat: jam 3.20.
Astaga ! Sekarang jam 3.17 !!!
Saya luar-biasa diliputi kegentaran....
"Bagaimana mungkin dalam tempo 3 menit, saya selesai mandi, be-beres, jemput istri, lalu ke bandara dan masih sempat masuk ke pesawat untuk pulang ?"
"Bagaimana mungkin dalam tempo 3 menit, istri saya yang sedang berada di pertokoan yang lokasinya sangat jauh dari bandara - lebih jauh dari jarak antara hotel ke bandara - bisa sendiri ke bandara tepat waktu?"
"Mengapa istri saya tidak menyadari jadwal ini sejak semula ?"
"Bagaimana mungkin dalam tempo 3 menit, saya mampu menunda keberangkatan pesawat ? Memangnya siapakah saya ini..??"
Saya ngeri sekali.....
-----------------------
Kemudian saya terjaga.
Di dini hari itu, mimpinya berakhir di situ....
Saya masih diliputi kegentaran, karena bayangan mimpi itu terasa nyata. Seumur-umur bermimpi, kali ini senyata fakta.
Beberapa menit berlalu... satu, dua.... tiga menit terlewati. Agak lega, masih diberikan lebih dari 3 menit usia. Puji syukur Tuhan.
3 jam berlalu.... apakah bisa 3 hari lagi? 3 bulan? 3 tahun? 3 dasawarsa? Nobody knows.
Saat menulis blog ini, belum 3 hari berlalu dari mimpi senyata fakta itu. Terima kasih Tuhan, atas kesempatan yang masih diberikan untuk memperbaiki diri yang masih kotor dan berantakan ini.
3 menit saja mana cukup untuk membuat berjuta alasan. Tidak juga cukup untuk lengkap mengucap maaf.
Bertobat. Setiap tiga menit periksa diri dalam pikiran....
"Apa yang telah 'ku-investasi-kan selama 3 menit terakhir : dalam pikiran, sikap dan perbuatan ?"
Suasana outing kantor. Ceritanya: saya dan istri sekantor.
Menginap di suatu hotel, di luar negeri. Acara outing sudah hampir selesai, semua orang sudah mengemas pakaian dan bersiap-siap berangkat ke bandara untuk kembali pulang ke tanah air.
Saya terperangah, barang-barang saya masih berantakan, saya belum mandi... dan saya merasa urgent ingin mandi terlebih dahulu. Sementara saya mau mandi, saya mengabari ke handphone istri - yang sedang berada di luar hotel - sedang pergi berjalan-jalan di pertokoan. Dengan beberapa temannya, ia masih asyik mencari barang-barang souvenir.
Dalam percakapan via handphone, ia yakin bahwa masih begitu banyak waktu tersisa, sebelum keberangkatan pesawat. Bahkan istri saya meminta saya untuk menunda jadwal keberangkatan pesawat ! Saya mengecek jadwal take-off pesawat: jam 3.20.
Astaga ! Sekarang jam 3.17 !!!
Saya luar-biasa diliputi kegentaran....
"Bagaimana mungkin dalam tempo 3 menit, saya selesai mandi, be-beres, jemput istri, lalu ke bandara dan masih sempat masuk ke pesawat untuk pulang ?"
"Bagaimana mungkin dalam tempo 3 menit, istri saya yang sedang berada di pertokoan yang lokasinya sangat jauh dari bandara - lebih jauh dari jarak antara hotel ke bandara - bisa sendiri ke bandara tepat waktu?"
"Mengapa istri saya tidak menyadari jadwal ini sejak semula ?"
"Bagaimana mungkin dalam tempo 3 menit, saya mampu menunda keberangkatan pesawat ? Memangnya siapakah saya ini..??"
Saya ngeri sekali.....
-----------------------
Kemudian saya terjaga.
Di dini hari itu, mimpinya berakhir di situ....
Saya masih diliputi kegentaran, karena bayangan mimpi itu terasa nyata. Seumur-umur bermimpi, kali ini senyata fakta.
Beberapa menit berlalu... satu, dua.... tiga menit terlewati. Agak lega, masih diberikan lebih dari 3 menit usia. Puji syukur Tuhan.
3 jam berlalu.... apakah bisa 3 hari lagi? 3 bulan? 3 tahun? 3 dasawarsa? Nobody knows.
Saat menulis blog ini, belum 3 hari berlalu dari mimpi senyata fakta itu. Terima kasih Tuhan, atas kesempatan yang masih diberikan untuk memperbaiki diri yang masih kotor dan berantakan ini.
3 menit saja mana cukup untuk membuat berjuta alasan. Tidak juga cukup untuk lengkap mengucap maaf.
Bertobat. Setiap tiga menit periksa diri dalam pikiran....
"Apa yang telah 'ku-investasi-kan selama 3 menit terakhir : dalam pikiran, sikap dan perbuatan ?"
Aku adalah GANTUNGAN BAJU
Aku adalah gantungan baju....
Tiada gunanya tanpa sesuatu yang kokoh dan solid yang bercokol di kepalaku
Aku tidak perlu berpenampilan menarik apalagi nyentrik
Yang penting kuat, pantas, rapih dan bersih
Aku adalah gantungan baju...
Orang-orang tidak memandangku
Perhatian mereka tertuju kepada apa yang tergantung di pundak dan tubuhku
Makin banyak "pakaian mewah dan indah" yang mereka punya
Makin bergantung mereka akan sungguh membutuhkan diriku
Aku dapat tampil seadanya tanpa perlu merasa malu menjaga kerupawanan sang pakaian
Aku tidak perlu berubah mode untuk menjaga orang-orang 'tak lari meninggalkanku
Aku adalah gantungan baju....
Selalu beruntung bilamana berbagai pakaian yang ada tergantung
Senantiasa bersyukur bilamana tiada satupun baju yang bergantung
karena dengan demikian tiada beban yang harus kutanggung
Aku adalah gantungan baju...
Baru berarti bila tergantung kepada sesuatu yang kokoh dan solid
Bisa berguna bila tergantung kepada sesuatu yang kokoh dan solid itu
Aku adalah gantungan baju...
Bagai sampah tiada guna bilamana tanpa kepala
Bak hiasan dalam lemari untuk berjaga-jaga
Tidak dipuja namun tetap dibutuhkan
Sebagai bagian dari pemeliharaan kebersihan dan kerapihan
Atas berbagai material dari yang sederhana sampai mewah
Dari apa yang menurut seseorang pantas untuk disimpan
Agar sesuatu itu tetap terjaga indah rupawan
Namun tidaklah penting bagi dunia
Untuk memberikan perhatian kepadaku
Aku adalah gantungan baju...
Aku selalu membutuhkan Sesuatu Yang Solid dan Kuat itu...
Aku harus menjaga kepalaku bergantung kepada-Nya
Agar 'ku dapat senantiasa berguna sebagaimana adanya.
[PQ 14] 27-Dec-2014
Tiada gunanya tanpa sesuatu yang kokoh dan solid yang bercokol di kepalaku
Aku tidak perlu berpenampilan menarik apalagi nyentrik
Yang penting kuat, pantas, rapih dan bersih
Aku adalah gantungan baju...
Orang-orang tidak memandangku
Perhatian mereka tertuju kepada apa yang tergantung di pundak dan tubuhku
Makin banyak "pakaian mewah dan indah" yang mereka punya
Makin bergantung mereka akan sungguh membutuhkan diriku
Aku dapat tampil seadanya tanpa perlu merasa malu menjaga kerupawanan sang pakaian
Aku tidak perlu berubah mode untuk menjaga orang-orang 'tak lari meninggalkanku
Aku adalah gantungan baju....
Selalu beruntung bilamana berbagai pakaian yang ada tergantung
Senantiasa bersyukur bilamana tiada satupun baju yang bergantung
karena dengan demikian tiada beban yang harus kutanggung
Aku adalah gantungan baju...
Baru berarti bila tergantung kepada sesuatu yang kokoh dan solid
Bisa berguna bila tergantung kepada sesuatu yang kokoh dan solid itu
Aku adalah gantungan baju...
Bagai sampah tiada guna bilamana tanpa kepala
Bak hiasan dalam lemari untuk berjaga-jaga
Tidak dipuja namun tetap dibutuhkan
Sebagai bagian dari pemeliharaan kebersihan dan kerapihan
Atas berbagai material dari yang sederhana sampai mewah
Dari apa yang menurut seseorang pantas untuk disimpan
Agar sesuatu itu tetap terjaga indah rupawan
Namun tidaklah penting bagi dunia
Untuk memberikan perhatian kepadaku
Aku adalah gantungan baju...
Aku selalu membutuhkan Sesuatu Yang Solid dan Kuat itu...
Aku harus menjaga kepalaku bergantung kepada-Nya
Agar 'ku dapat senantiasa berguna sebagaimana adanya.
[PQ 14] 27-Dec-2014
Day 12-16 PQ: MAKNA NATAL yang BENAR-BENAR BENAR
Banyak orang Kristen merayakan Natal - hari kelahiran Tuhan Yesus - tanpa tahu latar belakang dan arti yg sesungguhnya. Joy to the world.... adalah salah satu lagu terpopuler yang bergema di setiap pelosok dunia yang merayakan natal. Natal - diambil dari bahasa Portugis - artinya adalah "kelahiran". Ya, setiap kelahiran seorang bayi anak manusia pasti disambut dengan sukacita oleh orang tua dan handai taulan. Namun ada baiknya kita mengetahui latar belakang perayaan Natal ini...
Perspektif Sejarah
Sebenarnya tidak ada yang tahu persis tanggal kelahiran Yesus. Para ahli memperkirakan sekitar Maret-April tahun 4SM (sebelum masehi). Pada abad ke-IV masehi, emporium Romawi adalah negara adi-daya dunia dengan agama resminya adalah diberi nama Catholic (yang berarti 'umum'). Sedangkan bagi kalangan akar rumput / masyarakat, mereka menyebut diri dengan Christian - pengikut Christ ; Christo: Kristus. Sebelum agama Kristen menjadi agama resmi negara Romawi, tradisi budaya agama lama yaitu penyembahan dewa matahari, dilaksanakan tanggal 25 Desember setiap tahun. Maka untuk menggantikan tradisi tersebut, setiap tanggal 25-Desember ditetapkan oleh pemerintah Romawi sebagai hari perayaan kelahiran Yesus.
Mengapa pada abad ke-IV itu agama Kristen bisa menjadi agama resmi Romawi? Sebab saat Kaisar Constantinus ingin pergi berperang, ia bermimpi diperintahkan oleh Tuhan untuk membawa panji-panji salib (lambang Kristen). Jadi ia menyuruh panglima dan tentaranya pergi berperang dengan membawa panji-panji Kristiani... dan kemudian memenangkan pertempuran dengan gilang-gemilang. Oleh sebab itu kaisar menetapkan agama Kristen menjadi agama resmi Romawi, sekaligus sebagai alasan politis, yaitu untuk mempersatukan kekaisaran dengan satu kepercayaan yang solid. Perlu diketahui bahwa saat itu budaya romawi yang lama banyak memiliki berbagai agama dengan bermacam-macam dewa sehingga berpotensi menimbulkan konflik antar kelompok. Agama Kristen memiliki keyakinan hanya satu dewa/ Tuhan dimana Yesus adalah Tuhan yang turun ke bumi dalam wujud fisik manusia. Ditambah dengan konfirmasi kemenangan perang "di bawah panji-panji salib Tuhan" membuat kaisar Constantinus semakin mantap untuk memutuskan agama Kristen sebagai agama resmi kekaisaran. Seiring dengan bertambah luasnya pengaruh Romawi atas dunia, maka semakin berkembang pula kekristenan ke seluruh penjuru dunia hingga kini.
Kemunduran dan kejatuhan kekaisaran Romawi sekitar abad ke-VI-VII tidak membuat serta-merta kekristenan ikut turun pamornya. Keyakinan masyarakat saat itu adalah kekristenan sebagai keyakinan bangsa yang beradab; diluar keyakinan itu adalah bangsa bar-bar, bangsa yang terbelakang, tidak bermoral, tidak beradab.
Kekristenan = peradaban.
Hingga kemudian perkembangan pesat keyakinan (agama) yang lebih baru yaitu Islam - yang juga dipeluk oleh bangsa yang beradab - menimbulkan konflik (perebutan kekuasaan atas nama keyakinan) wilayah dan mencapai puncaknya pada awal abad ke-X yaitu perang salib....
Perspektif Psikologi
Manusia adalah mahluk sosial. Bagian dari kawanan = bertahan hidup. Keluar kelompok = potensial "mati". Kita (pikiran, mind) manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungan, masyarakat sekitar LEBIH DARI APA YANG KITA KETAHUI. Sebagai manusia, waktu lahir kita adalah murni, fitri, suci; tidak memiliki keyakinan apapun. Kita diwariskan genetik DNA dari orang tua dan nenek moyang, sehingga ada keyakinan dan kebiasaan dasar kita awalnya mirip dengan keyakinan dan kebiasaan orang tua. Seiring pertumbuhan pendidikan dan pengaruh lingkungan - sosial yang tidak disadari lebih daripada yang kita ketahui, perayaan natal pun mau-tidak-mau suka-tidak-suka dipengaruhi oleh pendidikan dan lingkungan tersebut.
Contoh: waktu saya masih kecil hingga tingkat SMP, saya menganggap natal hanyalah hari libur biasa. Bagian dari long weekend di akhir tahun. "Selamat natal dan tahun baru" selalu digabung sebagai bagian libur panjang. Sebab orang tua tidak merayakan natal. Tradisi keluarga lebih heboh dalam menyambut Imlek, dimana orang tua membelikan baju baru, berbagai kue, menyiapkan ampauw, mengatur pertemuan keluarga, mewajibkan berdoa / sembahyang, mengunjungi tetua, dll.
Sewaktu SMA dan kuliah, makna natal berubah seiring pendidikan sekolah katolik/ kristen yang menumbuhkan keyakinan saya untuk memeluk agama katolik / kristen. Natal adalah hari kelahiran Yesus sebagai Juru Selamat Dunia : Joy to the world. Natal adalah kegembiraan sekaligus harapan - mengingat seminggu kemudian adalah tahun yang baru = perencanaan yang baru, resolusi baru. Natal adalah berbagi kegembiraan - berita gembira, kabar baik - kepada semua orang yang mau mendengarkan (Siapa sih yang tidak suka mendengar good news?). Natal adalah kelahiran yang tidak main-main - kelahiran utama: kelahiran Sang Juru Selamat dunia - bahkan orang Majus dari jauh pun menyambutnya dengan penuh sukacita dan upaya serta persembahan yang luar biasa. Apa salahnya kita (ikut-ikutan) sambut dengan baju yang baru dan persembahan/ sumbangan dana maupun materi apapun sebagai persembahan yang kudus dan (semoga) berkenan?
Sekarang, semakin bertambahnya umur, wawasan dan kebijaksanaan... natal adalah natal. Apa esensinya? 25-Desember adalah kesepakatan bersama masyarakat dunia yang telah berlangsung selama ribuan tahun, untuk memperingati hari kelahiran Yesus (yang kemungkinan besar sebenarnya jatuh pada bulan maret-april). Jadi tidaklah salah untuk memperingati hari lahir Yesus pada hari ini atau hari kapanpun kita mau. Tidak ada kewajiban untuk memperingatinya, bahkan sampai-sampai merayakannya secara besar-besaran dan gemerlap. Kalau mendalami ajaran-Nya, justru yang Ia perintahkan adalah peringatan Ekaristi - perjamuan terakhir - dengan simbolis pemecahan roti dan anggur yang tercurah....
Benar-Benar Benar
Bayangkan anda mengucapkan selamat ulang tahun kepada orang tua anda pada tanggal 25-desember, padahal hari lahir bapak anda itu jatuh pada tanggal 1-april. Kalau anda masih berumur 5-12 tahun, kemungkinan besar bapak anda itu ketawa-ketawa saja melihat tingkah laku anda yang masih "lucu dan polos". Coba kalau anda sekarang sudah dewasa... "Daddy, happy birthday.." apa kira-kira respon bapak anda tsb???
- Anak gue goblog banget atau
- Berhalusinasi
- aneh, lupa terus nggak sadar-sadar...
Kalau misalkan anda menyiapkan kado yang mahal dan pesta kejutan yang sangat meriah, di hari yang salah pula... apa kira-kira respon Bapak? Konyol.
Sekarang, andaikan anda adalah seorang bapak (orang tua), kira-kira apa yang anda harapkan atau inginkan dari anak anda yang memperingati / merayakan hari ulang tahun anda pada tanggal yang salah:
* Pasti - paling tidak - memberitahu tanggal nya salah; jadi tidak perlu memperingati apalagi merayakan
* Andai kebetulan anda lahir tanggal 25-desember... ada kesenangan bila anak-anak mengingat dan merayakannya. Namun tidak berarti menjadi murung bila anak-anak tidak mengingatnya! Tidak masalah buat anda bukan?
Pun kalau ada seorang anak anda merayakan dan memberikan kado mahal untuk anda, sementara anak yang lainnya malu tidak datang kepada anda karena miskin dan tidak sanggup memberikan apa-apa (selain ucapan yang tulus), apa yang akan anda perbuat? Kemungkinan besar anda akan mencari anak yang hilang tersebut untuk berbagi kebahagiaan dan tergerak untuk mendistribusikan kado-kado itu. Karena sejatinya anda tidak menginginkan benda-benda itu lagi. Yang lebih anda inginkan adalah kebahagiaan: berbagi kegembiraan atas semua anak-anak anda. SEMUA.
Nah, sekarang coba bayangkan kita sebagai anak-anak-Nya.... saling memberi ucapan salam "selamat memperingati natal (ulang tahun Bapak Yesus)" ; kira-kira apa yang Bapak kehendaki seungguhnya?
* Ucapan tulus goodnews
* Berbagi kegembiraan
* Kebersamaan sederhana, bukan pamer kemeriahan kelompok
* Kepedulian sesama, paling tidak mewartakan kabar baik itu.....
Salam suka-cita,
Perspektif Sejarah
Sebenarnya tidak ada yang tahu persis tanggal kelahiran Yesus. Para ahli memperkirakan sekitar Maret-April tahun 4SM (sebelum masehi). Pada abad ke-IV masehi, emporium Romawi adalah negara adi-daya dunia dengan agama resminya adalah diberi nama Catholic (yang berarti 'umum'). Sedangkan bagi kalangan akar rumput / masyarakat, mereka menyebut diri dengan Christian - pengikut Christ ; Christo: Kristus. Sebelum agama Kristen menjadi agama resmi negara Romawi, tradisi budaya agama lama yaitu penyembahan dewa matahari, dilaksanakan tanggal 25 Desember setiap tahun. Maka untuk menggantikan tradisi tersebut, setiap tanggal 25-Desember ditetapkan oleh pemerintah Romawi sebagai hari perayaan kelahiran Yesus.
Mengapa pada abad ke-IV itu agama Kristen bisa menjadi agama resmi Romawi? Sebab saat Kaisar Constantinus ingin pergi berperang, ia bermimpi diperintahkan oleh Tuhan untuk membawa panji-panji salib (lambang Kristen). Jadi ia menyuruh panglima dan tentaranya pergi berperang dengan membawa panji-panji Kristiani... dan kemudian memenangkan pertempuran dengan gilang-gemilang. Oleh sebab itu kaisar menetapkan agama Kristen menjadi agama resmi Romawi, sekaligus sebagai alasan politis, yaitu untuk mempersatukan kekaisaran dengan satu kepercayaan yang solid. Perlu diketahui bahwa saat itu budaya romawi yang lama banyak memiliki berbagai agama dengan bermacam-macam dewa sehingga berpotensi menimbulkan konflik antar kelompok. Agama Kristen memiliki keyakinan hanya satu dewa/ Tuhan dimana Yesus adalah Tuhan yang turun ke bumi dalam wujud fisik manusia. Ditambah dengan konfirmasi kemenangan perang "di bawah panji-panji salib Tuhan" membuat kaisar Constantinus semakin mantap untuk memutuskan agama Kristen sebagai agama resmi kekaisaran. Seiring dengan bertambah luasnya pengaruh Romawi atas dunia, maka semakin berkembang pula kekristenan ke seluruh penjuru dunia hingga kini.
Kemunduran dan kejatuhan kekaisaran Romawi sekitar abad ke-VI-VII tidak membuat serta-merta kekristenan ikut turun pamornya. Keyakinan masyarakat saat itu adalah kekristenan sebagai keyakinan bangsa yang beradab; diluar keyakinan itu adalah bangsa bar-bar, bangsa yang terbelakang, tidak bermoral, tidak beradab.
Kekristenan = peradaban.
Hingga kemudian perkembangan pesat keyakinan (agama) yang lebih baru yaitu Islam - yang juga dipeluk oleh bangsa yang beradab - menimbulkan konflik (perebutan kekuasaan atas nama keyakinan) wilayah dan mencapai puncaknya pada awal abad ke-X yaitu perang salib....
Perspektif Psikologi
Manusia adalah mahluk sosial. Bagian dari kawanan = bertahan hidup. Keluar kelompok = potensial "mati". Kita (pikiran, mind) manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungan, masyarakat sekitar LEBIH DARI APA YANG KITA KETAHUI. Sebagai manusia, waktu lahir kita adalah murni, fitri, suci; tidak memiliki keyakinan apapun. Kita diwariskan genetik DNA dari orang tua dan nenek moyang, sehingga ada keyakinan dan kebiasaan dasar kita awalnya mirip dengan keyakinan dan kebiasaan orang tua. Seiring pertumbuhan pendidikan dan pengaruh lingkungan - sosial yang tidak disadari lebih daripada yang kita ketahui, perayaan natal pun mau-tidak-mau suka-tidak-suka dipengaruhi oleh pendidikan dan lingkungan tersebut.
Contoh: waktu saya masih kecil hingga tingkat SMP, saya menganggap natal hanyalah hari libur biasa. Bagian dari long weekend di akhir tahun. "Selamat natal dan tahun baru" selalu digabung sebagai bagian libur panjang. Sebab orang tua tidak merayakan natal. Tradisi keluarga lebih heboh dalam menyambut Imlek, dimana orang tua membelikan baju baru, berbagai kue, menyiapkan ampauw, mengatur pertemuan keluarga, mewajibkan berdoa / sembahyang, mengunjungi tetua, dll.
Sewaktu SMA dan kuliah, makna natal berubah seiring pendidikan sekolah katolik/ kristen yang menumbuhkan keyakinan saya untuk memeluk agama katolik / kristen. Natal adalah hari kelahiran Yesus sebagai Juru Selamat Dunia : Joy to the world. Natal adalah kegembiraan sekaligus harapan - mengingat seminggu kemudian adalah tahun yang baru = perencanaan yang baru, resolusi baru. Natal adalah berbagi kegembiraan - berita gembira, kabar baik - kepada semua orang yang mau mendengarkan (Siapa sih yang tidak suka mendengar good news?). Natal adalah kelahiran yang tidak main-main - kelahiran utama: kelahiran Sang Juru Selamat dunia - bahkan orang Majus dari jauh pun menyambutnya dengan penuh sukacita dan upaya serta persembahan yang luar biasa. Apa salahnya kita (ikut-ikutan) sambut dengan baju yang baru dan persembahan/ sumbangan dana maupun materi apapun sebagai persembahan yang kudus dan (semoga) berkenan?
Sekarang, semakin bertambahnya umur, wawasan dan kebijaksanaan... natal adalah natal. Apa esensinya? 25-Desember adalah kesepakatan bersama masyarakat dunia yang telah berlangsung selama ribuan tahun, untuk memperingati hari kelahiran Yesus (yang kemungkinan besar sebenarnya jatuh pada bulan maret-april). Jadi tidaklah salah untuk memperingati hari lahir Yesus pada hari ini atau hari kapanpun kita mau. Tidak ada kewajiban untuk memperingatinya, bahkan sampai-sampai merayakannya secara besar-besaran dan gemerlap. Kalau mendalami ajaran-Nya, justru yang Ia perintahkan adalah peringatan Ekaristi - perjamuan terakhir - dengan simbolis pemecahan roti dan anggur yang tercurah....
Benar-Benar Benar
Bayangkan anda mengucapkan selamat ulang tahun kepada orang tua anda pada tanggal 25-desember, padahal hari lahir bapak anda itu jatuh pada tanggal 1-april. Kalau anda masih berumur 5-12 tahun, kemungkinan besar bapak anda itu ketawa-ketawa saja melihat tingkah laku anda yang masih "lucu dan polos". Coba kalau anda sekarang sudah dewasa... "Daddy, happy birthday.." apa kira-kira respon bapak anda tsb???
- Anak gue goblog banget atau
- Berhalusinasi
- aneh, lupa terus nggak sadar-sadar...
Kalau misalkan anda menyiapkan kado yang mahal dan pesta kejutan yang sangat meriah, di hari yang salah pula... apa kira-kira respon Bapak? Konyol.
Sekarang, andaikan anda adalah seorang bapak (orang tua), kira-kira apa yang anda harapkan atau inginkan dari anak anda yang memperingati / merayakan hari ulang tahun anda pada tanggal yang salah:
* Pasti - paling tidak - memberitahu tanggal nya salah; jadi tidak perlu memperingati apalagi merayakan
* Andai kebetulan anda lahir tanggal 25-desember... ada kesenangan bila anak-anak mengingat dan merayakannya. Namun tidak berarti menjadi murung bila anak-anak tidak mengingatnya! Tidak masalah buat anda bukan?
Pun kalau ada seorang anak anda merayakan dan memberikan kado mahal untuk anda, sementara anak yang lainnya malu tidak datang kepada anda karena miskin dan tidak sanggup memberikan apa-apa (selain ucapan yang tulus), apa yang akan anda perbuat? Kemungkinan besar anda akan mencari anak yang hilang tersebut untuk berbagi kebahagiaan dan tergerak untuk mendistribusikan kado-kado itu. Karena sejatinya anda tidak menginginkan benda-benda itu lagi. Yang lebih anda inginkan adalah kebahagiaan: berbagi kegembiraan atas semua anak-anak anda. SEMUA.
Nah, sekarang coba bayangkan kita sebagai anak-anak-Nya.... saling memberi ucapan salam "selamat memperingati natal (ulang tahun Bapak Yesus)" ; kira-kira apa yang Bapak kehendaki seungguhnya?
* Ucapan tulus goodnews
* Berbagi kegembiraan
* Kebersamaan sederhana, bukan pamer kemeriahan kelompok
* Kepedulian sesama, paling tidak mewartakan kabar baik itu.....
Salam suka-cita,
PQ 11: Karakter Impian = Kenyataan
Bukannya apa yang kita miliki yang penting. Juga bukan benda apapun yang kita impikan dan kita raih. Itu semua tidak memberikan kebahagiaan sejati. Bukan pula gelar pangkat kehormatan dari [sudut pandang] orang lain. Apa yang memberikan kebahagiaan dan kesuksesan sejati, kepuasan berkelanjutan adalah memiliki karakter impian yang menjadi kenyataan.
Ya, untuk meraih kebahagiaan adalah bukan karena benda-benda yang kita dapatkan. Juga bukan apa kata orang tentang diri saya. Kebahagiaan adalah permainan dalam [inside job]. Impian menjadi kenyataan. Kenyataan adalah impian. Dan itu semua selalu dimulai berasal dari dalam diri - mind - dalam pemikiran, perspektif yang benar. Menerima apapun yang ada sebagai bagian dari impian. Selanjutnya senantiasa mensyukuri apa yang ada, sehingga dengan demikian kita berupaya untuk mengadakan apa yang kita syukuri.
Hidup penuh dengan ketidakpastian... kata siapa? Hidup itu penuh dengan kepastian: di ujung jalannya kita semua manusia tanpa terkecuali PASTI MATI. Paling tidak - kematian tubuh jasmani. Jadi, bila sekarang kita menyadari belum di ujung itu... bersyukurlah masih bisa membaca, menulis, berpikir.... tidak lebih sulit daripada beraksi. Apapun aksi kita.... sungguh membahagiakan.... asalkan kita memiliki perspektif yang baik: menerima.
Jangan sekali-kali MEMBANDINGKAN. Ini adalah sumber ketidakbahagiaan terbesar. Membandingkan dengan orang lain, membandingkan dengan masa lalu.... membandingkan dengan masa depan / cita-cita / keinginan / harapan. Bukannya tidak boleh memiliki harapan/ tujuan yang tercapai. Boleh, asalkan kita tidak terikat dengan itu. Harapan hanyalah harapan, sebentuk ilusi (yang baik). Jadi harapan juga adalah bagian dari ilusi, bukan faktual. Kebahagiaan yang sejati adalah nyata, sekarang di sini: menerima. Terimalah semua yang ada, terus maju melangkah.... karena waktu selalu maju. Biarkan harapan pudar dimana semakin terangnya jalan kekinian, seiring berjalannya waktu.... harapan melebur dengan kenyataan.
Harapan adalah kenyataan.
Dengan demikian, tidak ada lagi keinginan.
Tidak ada keinginan, tidak ada perbandingan.
Tidak ada perbandingan... yang tersisa hanyalah kebahagiaan (sejati)
Ya, untuk meraih kebahagiaan adalah bukan karena benda-benda yang kita dapatkan. Juga bukan apa kata orang tentang diri saya. Kebahagiaan adalah permainan dalam [inside job]. Impian menjadi kenyataan. Kenyataan adalah impian. Dan itu semua selalu dimulai berasal dari dalam diri - mind - dalam pemikiran, perspektif yang benar. Menerima apapun yang ada sebagai bagian dari impian. Selanjutnya senantiasa mensyukuri apa yang ada, sehingga dengan demikian kita berupaya untuk mengadakan apa yang kita syukuri.
Hidup penuh dengan ketidakpastian... kata siapa? Hidup itu penuh dengan kepastian: di ujung jalannya kita semua manusia tanpa terkecuali PASTI MATI. Paling tidak - kematian tubuh jasmani. Jadi, bila sekarang kita menyadari belum di ujung itu... bersyukurlah masih bisa membaca, menulis, berpikir.... tidak lebih sulit daripada beraksi. Apapun aksi kita.... sungguh membahagiakan.... asalkan kita memiliki perspektif yang baik: menerima.
Jangan sekali-kali MEMBANDINGKAN. Ini adalah sumber ketidakbahagiaan terbesar. Membandingkan dengan orang lain, membandingkan dengan masa lalu.... membandingkan dengan masa depan / cita-cita / keinginan / harapan. Bukannya tidak boleh memiliki harapan/ tujuan yang tercapai. Boleh, asalkan kita tidak terikat dengan itu. Harapan hanyalah harapan, sebentuk ilusi (yang baik). Jadi harapan juga adalah bagian dari ilusi, bukan faktual. Kebahagiaan yang sejati adalah nyata, sekarang di sini: menerima. Terimalah semua yang ada, terus maju melangkah.... karena waktu selalu maju. Biarkan harapan pudar dimana semakin terangnya jalan kekinian, seiring berjalannya waktu.... harapan melebur dengan kenyataan.
Harapan adalah kenyataan.
Dengan demikian, tidak ada lagi keinginan.
Tidak ada keinginan, tidak ada perbandingan.
Tidak ada perbandingan... yang tersisa hanyalah kebahagiaan (sejati)
Day 6-9 PQ: Long Fresh Nice-Day
Setiap hari, setiap waktu, setiap menit bahkan setiap detik, kita selalu (dapat) membuat keputusan, atau sedang beraksi atas keputusan yang kita buat dalam pikiran. Senantiasa sadari pikiran - bahwa ada penyabot-penyabot yang senantiasa berkicau. Kenali dan tandai, maka kita bisa memilih untuk tidak membuat keputusan berdasarkan perkataan-perkataan mereka. Selama ini - empat puluh tahun lebih hidup - tanpa sadar dibayang-bayangi oleh kebiasaan membuat keputusan berdasarkan "perintah" hakim si kunyuk beserta para profesionalnya. Tidak lagi kali ini dan seterusnya..... positive intelligence sangat membantu pemahaman saya atas pola kerja pikiran dan ternyata sangat mudah di-aplikasi-kan, lebih dari yang saya bayangkan sebelumnya (Mungkin tepatnya dari yang sang hakim katakan kepada saya sebelumnya).
Dari rutinitas aktivitas sehari-hari tidak banyak tampak perubahan: Pada hari kerja, bangun lebih pagi, sarapan buah dan roti. Pergi ke kantor, terkadang mampir ke proyek pantau progres dan beri instruksi ke tukang. Bila tidak sempat, pantaunya sore sebelum pulang ke rumah. Jam istirahat siang, biasanya makan siang di kantor (bungkus beli). Jam pulang kantor langsung ke rumah; bila istri masak ya makan di rumah, bila ia sedang sibuk/ segan masak ya lalu jalan keluar/ makan di mall. Seminggu 3-5x ke mall adalah rutinitas :) . Kalau weekend hari sabtu biasa bangun lebih siang. Ke gereja hari minggu sore.
Yang berubah adalah yang tidak nampak: sudut pandang/ perspektif. Kini saya lebih memahami cara kerja otak dalam mengambil keputusan-keputusan untuk kemudian mengenali dan menandai "pikiran siapa" yang melandasi aksi. Bilamana pikiran penyabot yang bekerja... saya abaikan saja/ kurangi tingkat kebisingannya. Saya berupaya untuk tidak di-navigasi - secara tidak sadar tentunya - dengan kebiasaan-kebiasaan yang terbentuk oleh pikiran para-penyabot. Contoh konkret: kalau dahulu bangun tidur pagi-pagi dan berangkat kerja lebih pagi karena pikiran penghindar si sinker (si penenggelam) yang takut atau menghindari jalan macet. Sekarang bangun tidur pagi-pagi dan berangkat kerja lebih pagi karena masih ada pikiran penghindar namun dengan intensitas yang lemah.... hindari jalan macet. Intensitas yang menguat adalah kebijaksanaan bangun pagi: berangkat lebih pagi, maka penggunaan waktu lebih efektif - tidak habis di perjalanan - kesenangan lebih panjang. Have a (long fresh) Nice day !
Dari rutinitas aktivitas sehari-hari tidak banyak tampak perubahan: Pada hari kerja, bangun lebih pagi, sarapan buah dan roti. Pergi ke kantor, terkadang mampir ke proyek pantau progres dan beri instruksi ke tukang. Bila tidak sempat, pantaunya sore sebelum pulang ke rumah. Jam istirahat siang, biasanya makan siang di kantor (bungkus beli). Jam pulang kantor langsung ke rumah; bila istri masak ya makan di rumah, bila ia sedang sibuk/ segan masak ya lalu jalan keluar/ makan di mall. Seminggu 3-5x ke mall adalah rutinitas :) . Kalau weekend hari sabtu biasa bangun lebih siang. Ke gereja hari minggu sore.
Yang berubah adalah yang tidak nampak: sudut pandang/ perspektif. Kini saya lebih memahami cara kerja otak dalam mengambil keputusan-keputusan untuk kemudian mengenali dan menandai "pikiran siapa" yang melandasi aksi. Bilamana pikiran penyabot yang bekerja... saya abaikan saja/ kurangi tingkat kebisingannya. Saya berupaya untuk tidak di-navigasi - secara tidak sadar tentunya - dengan kebiasaan-kebiasaan yang terbentuk oleh pikiran para-penyabot. Contoh konkret: kalau dahulu bangun tidur pagi-pagi dan berangkat kerja lebih pagi karena pikiran penghindar si sinker (si penenggelam) yang takut atau menghindari jalan macet. Sekarang bangun tidur pagi-pagi dan berangkat kerja lebih pagi karena masih ada pikiran penghindar namun dengan intensitas yang lemah.... hindari jalan macet. Intensitas yang menguat adalah kebijaksanaan bangun pagi: berangkat lebih pagi, maka penggunaan waktu lebih efektif - tidak habis di perjalanan - kesenangan lebih panjang. Have a (long fresh) Nice day !
Day-4/5 PQ: Menerima >< Menyangkal/Menolak/Menyesal
Setelah mengenali lalu melemahkan penyabot kita sebagai strategi pertama, maka selanjutnya strategi kedua adalah MEMPERKUAT KEBIJAKSANAAN (Strenghten the Sage). Perspektif kebijaksanaan (Perspective of Sage) adalah MENERIMA alih-alih menyangkal, menolak, menyesal. Menerima bahwa ada begitu banyak penyabot dalam diri kita. Dengan menyadari hal ini, maka kita dapat memilih untuk meredam, melemahkan, bahkan mematikan penyabot untuk berkuasa. Biar mereka berucap kata dalam pikiran (mind) tetapi kita tidak menghiraukannya.
Empati
Empati
Day-3 PQ: Market Volatility as Character building Opportunity
Ada untungnya mendusin ingin buang air kecil jam 6.33 tanggung sekalin bangun pagi sebelum alarm berbunyi jam 6.45. Sambil sarapan buah, cek data EIDO (Futures IDX di bursa Amerika) -4.91%... apa alasan penurunan dibalik penurunan ini? Para "hakim" dan "hyper-rational" masyarakat seperti biasa selalu mencari penjelasan rasional, ilmiah, sebab - akibat. Demikian pula pagi ini data nilai tukar US dollar tembus Rp13000! Padahal 2 hari lalu masih sekitar Rp12200, kemaren Rp12500-an. Tidak ada berita signifikan, tidak ada kondisi makro-ekonomi dan pernyataan apapun yang signifikan dari para pejabat pemerintah RI. Tidak ada kejadian negatif (seperti ledakan bom atau gempa dll). Lalu mengapa rupiah melemah? Mengapa pasar saham melemah? Sebab-akibat... bias ilusi sebab akibat adalah ulah para hakim dan beberapa antek-anteknya seperti hyper-rational, yang bisa membangkitkan antek-antek lainnya berkuasa seperti hyper-waspada.
Volatilitas market adalah "dumbbell" untuk melatih otot PQ membentuk karakter semakin baik. Kemampuan untuk mengubah respon kemas menjadi kesan: kendala dan masalah menjadi kesempatan dan atau anugerah.
Volatilitas market adalah "dumbbell" untuk melatih otot PQ membentuk karakter semakin baik. Kemampuan untuk mengubah respon kemas menjadi kesan: kendala dan masalah menjadi kesempatan dan atau anugerah.
Day-2 PQ: Renovasi Rumah, Renovasi Karakter
Senin, 15-Desember
Atap masih bocor. Lantai triplek lantai atas - baru dipasang - mulai dimakan rayap. Masih perlu banyak semen dan pasir. Hakim si kunyuk iblis berkata jangan beli lagi semen dan pasir! Pemakaian semen boros sekali. Apa ditilep tukang? Genteng bocor ulah tukang?! Rayap... apa tukang yang taruh / ternak-kan rayapnya?
Syukurlah kini saya mengenali itu semua hanya perkataan si kunyuk beserta antek-anteknya. Saya cukup melakukan apa yang perlu dilakukan untuk pertumbuhan dan perbaikan.... Bangun lebih pagi, berangkat lebih pagi 10-15 menit, sampai di proyek lebih cepat 50-60 menit! Bisa punya waktu menyelidiki masalah proyek tanpa terburu-buru, bisa memberi instruksi dan mengawasi dengan lebih jelas. Masalah atap bocor diatasi dengan penyusunan ulang barisan genteng dan karpet talang yang tersambung dengan spandek supaya lebih rapat dan level kemiringan lebih teratur. Sembari kembali, tukang harus waspada pijakan di genteng sekaligus mengganti genteng yang retak dan menyusunnya dengan kemiringan yang baik dan posisi yang rapat. Untuk rayap, beli anti-rayap cair di toko material dan alat semprotnya di alfa supermarket (indomaret nggak jual). Setelah itu instruksinya ke tukang baru teruskan pekerjaan plester. Tetap sekalian pesan pasir dan semen sambil me-rekap pemakaian atas material tersebut.
Sinker si penghindar sempat bilang "jangan pesen lagi semen pasir, nanti yang di rumah marah". Demikian pula korban si budag "kapok saya bikin keputusan beli material/ semen kalau hasilnya hanya dituduh ngga beres, boros, borju, nilep.." Kabar baiknya - itu kan hanyalah perkataan antek-antek penyabot - yang saya lakukan adalah yang perlu dilakukan saat ini untuk perbaikan dan kemajuan proyek.
Atap masih bocor. Lantai triplek lantai atas - baru dipasang - mulai dimakan rayap. Masih perlu banyak semen dan pasir. Hakim si kunyuk iblis berkata jangan beli lagi semen dan pasir! Pemakaian semen boros sekali. Apa ditilep tukang? Genteng bocor ulah tukang?! Rayap... apa tukang yang taruh / ternak-kan rayapnya?
Syukurlah kini saya mengenali itu semua hanya perkataan si kunyuk beserta antek-anteknya. Saya cukup melakukan apa yang perlu dilakukan untuk pertumbuhan dan perbaikan.... Bangun lebih pagi, berangkat lebih pagi 10-15 menit, sampai di proyek lebih cepat 50-60 menit! Bisa punya waktu menyelidiki masalah proyek tanpa terburu-buru, bisa memberi instruksi dan mengawasi dengan lebih jelas. Masalah atap bocor diatasi dengan penyusunan ulang barisan genteng dan karpet talang yang tersambung dengan spandek supaya lebih rapat dan level kemiringan lebih teratur. Sembari kembali, tukang harus waspada pijakan di genteng sekaligus mengganti genteng yang retak dan menyusunnya dengan kemiringan yang baik dan posisi yang rapat. Untuk rayap, beli anti-rayap cair di toko material dan alat semprotnya di alfa supermarket (indomaret nggak jual). Setelah itu instruksinya ke tukang baru teruskan pekerjaan plester. Tetap sekalian pesan pasir dan semen sambil me-rekap pemakaian atas material tersebut.
Sinker si penghindar sempat bilang "jangan pesen lagi semen pasir, nanti yang di rumah marah". Demikian pula korban si budag "kapok saya bikin keputusan beli material/ semen kalau hasilnya hanya dituduh ngga beres, boros, borju, nilep.." Kabar baiknya - itu kan hanyalah perkataan antek-antek penyabot - yang saya lakukan adalah yang perlu dilakukan saat ini untuk perbaikan dan kemajuan proyek.
[Hari ke-7 / Day-1] Positive Intelligence
Hari ke-6 sabtu 13-desember bangun siang! Seiring berjalannya waktu, saya memajukan diri untuk mengganti dan menambah / menambang komitmen (overlapping commitment) yaitu melatih otot PQ (Positive Intelligence) dimulai pada hari ke-7 komitmen bangun pagi yang jatuh pada hari minggu 14-desember sebagai Day-1 komitmen melatih 'otot' PQ.
Kita harus memeriksa pemikiran (Mind) yang men-sabotase diri kita. Ada sepuluh tipe penyabot. Penyabot nomor 1 sebagai sang pemimpin adalah sang HAKIM. Hakim ini memiliki sembilan kaki-tangan penyabot lainnya, dan beberapa penyabot itu cukup dominan menguasai pemikiran kita - biasanya tanpa kita sadari - hasil dari gen warisan nenek-moyang sebagai alat untuk bertahan hidup, baik fisik maupun emosional.
Ada 3 dari sembilan kaki-tangan penyabot yang mendominasi pemikiran (dengan demikian mendominasi sikap dan tindakan saya) selama ini yaitu :
- Penghindar
- Hyper-rational
- Korban
Saya menandai hakim - sang pemimpin penyabot - sebagai si kunyuk iblis
Penghindar adalah sinker - si penenggelam
Hyper-rasional si dodol doktor doom
Korban ialah si budagh - si buta dari gua hantu.
Kita harus memeriksa pemikiran (Mind) yang men-sabotase diri kita. Ada sepuluh tipe penyabot. Penyabot nomor 1 sebagai sang pemimpin adalah sang HAKIM. Hakim ini memiliki sembilan kaki-tangan penyabot lainnya, dan beberapa penyabot itu cukup dominan menguasai pemikiran kita - biasanya tanpa kita sadari - hasil dari gen warisan nenek-moyang sebagai alat untuk bertahan hidup, baik fisik maupun emosional.
Ada 3 dari sembilan kaki-tangan penyabot yang mendominasi pemikiran (dengan demikian mendominasi sikap dan tindakan saya) selama ini yaitu :
- Penghindar
- Hyper-rational
- Korban
Saya menandai hakim - sang pemimpin penyabot - sebagai si kunyuk iblis
Penghindar adalah sinker - si penenggelam
Hyper-rasional si dodol doktor doom
Korban ialah si budagh - si buta dari gua hantu.
Navigating 2015 [Hari ke-5]
Research analyst adalah orang yang bertugas untuk membuat analisis. Bagaimana prospek pasar saham Indonesia untuk tahun 2015 ? Silakan pm saya untuk mendapatkan ulasan lengkap prospek saham tahun 2015 oleh research analyst senior yang sudah berpengalaman dan dikenal luas oleh partisipan pasar modal indonesia.
Berbicara mengenai Navigating 2015.... bagaimana dengan navigasi pribadi kita masing-masing? Kebetulan saya sedang berupaya untuk meningkatkan kebiasaan-kebiasaan baik. Dimulai dari yang sederhana yaitu komitmen bangun pagi setiap hari paling lambat jam enam pagi. Hari ini baru menginjak hari ke-5 dimana entah kebetulan atau kebenaran bahwa semalam tanpa rencana ke suatu mall dalam rangka suatu urusan yang harus menunggu. Daripada menunggu diam saja, kami mendatangi toko buku besar yang ada di mall tsb. Saya membeli buku "Positive Intelligence" dengan tekad bukan sekedar untuk mental activity alias dibaca saja tanpa diaplikasikan. Jadi ada baiknya saya ungkapkan di blog ini supaya bisa menjadi komitmen yang diketahui oleh umum. Kalau untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan baik dengan niat yang tulus tanpa ada kepentingan sampingan apapun, mengapa harus malu, takut dan gentar terhadap tatapan sudut-pandang orang lain?
Berbicara mengenai Navigating 2015.... bagaimana dengan navigasi pribadi kita masing-masing? Kebetulan saya sedang berupaya untuk meningkatkan kebiasaan-kebiasaan baik. Dimulai dari yang sederhana yaitu komitmen bangun pagi setiap hari paling lambat jam enam pagi. Hari ini baru menginjak hari ke-5 dimana entah kebetulan atau kebenaran bahwa semalam tanpa rencana ke suatu mall dalam rangka suatu urusan yang harus menunggu. Daripada menunggu diam saja, kami mendatangi toko buku besar yang ada di mall tsb. Saya membeli buku "Positive Intelligence" dengan tekad bukan sekedar untuk mental activity alias dibaca saja tanpa diaplikasikan. Jadi ada baiknya saya ungkapkan di blog ini supaya bisa menjadi komitmen yang diketahui oleh umum. Kalau untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan baik dengan niat yang tulus tanpa ada kepentingan sampingan apapun, mengapa harus malu, takut dan gentar terhadap tatapan sudut-pandang orang lain?
Hari ke-4: Sesat Pikir Perencanaan (91)
Hari ke-empat komitmen untuk bangun paling lambat jam enam pagi, terlaksana. Bangunnya malah jam 5.40 sebelum alarm setel-an jam 5.45. Maunya sih rencana berangkat lebih pagi sekitar jam 6.30 dari biasanya yang jam 6.50. Namun ada saja beberapa kegiatan di luar rutin yang 'harus' dilakukan seperti membungkus paket, 'call nature' sebelum waktu biasanya dll sehingga tetap saja keluar unit jam 6.45. Keluar ke jalan raya seperti biasa jam 7 lewat. Macet jalan raya berbeda tempat, sehingga pilihan jalan sedikit berbeda, namun tetap saja waktu yang dihabiskan untuk perjalanan dari tempat tinggal ke tempat kerja sekitar 1 1/2 jam. Kalau sedang ada situasi tertentu malah bisa sampai 2 jam, bilamana sedang 'beruntung' paling cepat tetap saja tidak kurang dari 1 jam perjalanan.
Saya jadi teringat fallacy (sesat pikir) nomer 91 yaitu mengenai perencanaan. Rencana selalu berhubungan dengan masa-depan. Kita tahu bahwa masa-depan selalu penuh ketidakpastian. Apalagi bila rencana terlalu detail, maka detail perubahan situasi pun bisa berbeda dari perkiraan, meskipun rencana itu adalah rencana sepele dan berjangka-pendek seperti perencanaan untuk perjalanan dari tempat-tinggal menuju tempat kerja seperti yang telah saya ceritakan.
Bayangkan apabila merencanakan sesuatu yang berdurasi panjang dengan detail yang banyak dan berhubungan dengan begitu banyak pihak, seperti rencana renovasi rumah tinggal yang sudah tua....
1. Atap genteng plentong rangka kayu yang sebagian sudah dimakan rayap dan bocor, bisa bocor karena kedudukan atap yang mulai miring (karena reng-nya lapuk dimakan rayap), bisa juga karena gentengnya sudah retak atau bocor rambut.
2. Talang seng ada yang retak sehingga menyebabkan kebocoran
3. Tidak ada gambar struktur bangunan awal
4. Rumah sudah beberapa kali renovasi kecil, tanpa standar ukuran (tanpa sikuan, level dan bentangan yang terencana)
5. Dinding tembok dari kapur, bukan semen. Sebagian sudah meluruh di sana-sini.
6. Kusen dan pintu banyak yang sudah dimakan rayap, padahal rencananya sebagian mau dipakai lagi
7. Sebagian atap dan plafon dari asbes yang rencananya mau dibongkar dan dibuang semua (baru tanpa asbes)
8. Instalasi listrik yang kacau-balau dan sudah ada yang kortslet di sana-sini.
9. Mesin pompa air yang terletak lebih rendah dari level lantai rumah, rawan banjir, kortslet.
10. Lokasi rumah di jalan yang sempit dan buntu, hanya muat satu mobil
11. Posisi rumah berdempetan dengan tetangga sekeliling berdesak-desakan
12. Rumah bukan milik sendiri ; ada kepentingan / keinginan pemilik rumah yang berbeda sudut pandang
13. Kabel listrik dan telepon yang malang-melintang diatas atap sehingga berurusan dengan kepentingan tetangga
14. Rumah penuh sesak dengan barang-barang tua seperti berbagai meja tulis, meja rias, meja makan beserta kursi-kursinya, meja pajangan, lemari baju, lemari pajangan, lemari makan, lemari barang, berbagai tempat tidur beserta spring-bed nya. Belum lagi alat-alat elektronik seperti dua tv besar, kulkas. Tak terhitung elektronik kecil seperti blender, juicer, printer/scanner, jepit rambut, rice cooker, dvd player, modem tv kabel. Berbagai pajangan 'dibuang sayang' seperti lukisan, patung-patung kecil, pernak-pernik, suvenir, lampu-lampu kecil, dll. Juga banyak simpanan baju-baju lama dsb. Masalahnya sebagian besar barang-barang tersebut tetap di simpan di dalam rumah dan rawan mengalami kerusakan atau hilang, ketika renovasi. Sebagian barang disimpan di dalam kamar paviliun, terutama barang-barang elektronik besar, spring bed dan barang-barang pribadi semisal sebagian pakaian, sepatu, peralatan tulis, alat masak, keramik, pajangan yang cukup berharga dll.
15. Bongkar - pasang material lama yang rawan menjadi rusak ketika dibongkar seperti kusen pintu, kusen jendela, atap genteng, wastafel, kran air, fitting lampu, saklar dan stop kontak.
16. Tanpa gambar rencana yang pasti, dengan perubahan rencana ruangan di sana-sini
17. Tanpa rencana pengadaan material - struktur maupun finishing - membeli ketika 'saatnya diperlukan'
18. Rencana pemakaian beberapa material lama seperti pintu, wastafel, jendela yang saat dibongkar baru ketahuan atau menjadi rusak / tidak bisa dipakai atau tidak sesuai.
19. Tanpa bantuan pengawas yang ahli !
20. Tanpa kontraktor.....
Under estimate.
* Baik dari jangka waktu proyek. Rencana awal 2-3 bulan.
* Biaya proyek.
* Pemakaian material lama. Rencana awal genteng lama dan pintu-jendela yang lama
* Jenis pekerjaan renovasi.
Rencana awal 'hanya' bongkar atap rangka kayu ganti atap rangka baja-ringan, perbaikan dinding, renovasi wc/ kamar mandi. Pada prosesnya, 'terpaksa'
- ganti atap sebagian dengan spandek (yang lama genteng plentong)
- bongkar ruang kamar untuk kamar mandi tambahan di samping kamar mandi lama yg direnovasi
- ganti semua plafon dengan plafon tripleks
- ganti atap lantai dua karena dari asbes dan bocor pula
- ganti lantai kayu/ triplek lantai dua karena sudah rusak
- buat gudang baru
- harus ada penutup tambahan dari gap antara dinding pagar samping dengan talang air setinggi 1,2 x 15 m
- dll yang masih dalam tahap penyelesaian
Saya jadi teringat fallacy (sesat pikir) nomer 91 yaitu mengenai perencanaan. Rencana selalu berhubungan dengan masa-depan. Kita tahu bahwa masa-depan selalu penuh ketidakpastian. Apalagi bila rencana terlalu detail, maka detail perubahan situasi pun bisa berbeda dari perkiraan, meskipun rencana itu adalah rencana sepele dan berjangka-pendek seperti perencanaan untuk perjalanan dari tempat-tinggal menuju tempat kerja seperti yang telah saya ceritakan.
Bayangkan apabila merencanakan sesuatu yang berdurasi panjang dengan detail yang banyak dan berhubungan dengan begitu banyak pihak, seperti rencana renovasi rumah tinggal yang sudah tua....
1. Atap genteng plentong rangka kayu yang sebagian sudah dimakan rayap dan bocor, bisa bocor karena kedudukan atap yang mulai miring (karena reng-nya lapuk dimakan rayap), bisa juga karena gentengnya sudah retak atau bocor rambut.
2. Talang seng ada yang retak sehingga menyebabkan kebocoran
3. Tidak ada gambar struktur bangunan awal
4. Rumah sudah beberapa kali renovasi kecil, tanpa standar ukuran (tanpa sikuan, level dan bentangan yang terencana)
5. Dinding tembok dari kapur, bukan semen. Sebagian sudah meluruh di sana-sini.
6. Kusen dan pintu banyak yang sudah dimakan rayap, padahal rencananya sebagian mau dipakai lagi
7. Sebagian atap dan plafon dari asbes yang rencananya mau dibongkar dan dibuang semua (baru tanpa asbes)
8. Instalasi listrik yang kacau-balau dan sudah ada yang kortslet di sana-sini.
9. Mesin pompa air yang terletak lebih rendah dari level lantai rumah, rawan banjir, kortslet.
10. Lokasi rumah di jalan yang sempit dan buntu, hanya muat satu mobil
11. Posisi rumah berdempetan dengan tetangga sekeliling berdesak-desakan
12. Rumah bukan milik sendiri ; ada kepentingan / keinginan pemilik rumah yang berbeda sudut pandang
13. Kabel listrik dan telepon yang malang-melintang diatas atap sehingga berurusan dengan kepentingan tetangga
14. Rumah penuh sesak dengan barang-barang tua seperti berbagai meja tulis, meja rias, meja makan beserta kursi-kursinya, meja pajangan, lemari baju, lemari pajangan, lemari makan, lemari barang, berbagai tempat tidur beserta spring-bed nya. Belum lagi alat-alat elektronik seperti dua tv besar, kulkas. Tak terhitung elektronik kecil seperti blender, juicer, printer/scanner, jepit rambut, rice cooker, dvd player, modem tv kabel. Berbagai pajangan 'dibuang sayang' seperti lukisan, patung-patung kecil, pernak-pernik, suvenir, lampu-lampu kecil, dll. Juga banyak simpanan baju-baju lama dsb. Masalahnya sebagian besar barang-barang tersebut tetap di simpan di dalam rumah dan rawan mengalami kerusakan atau hilang, ketika renovasi. Sebagian barang disimpan di dalam kamar paviliun, terutama barang-barang elektronik besar, spring bed dan barang-barang pribadi semisal sebagian pakaian, sepatu, peralatan tulis, alat masak, keramik, pajangan yang cukup berharga dll.
15. Bongkar - pasang material lama yang rawan menjadi rusak ketika dibongkar seperti kusen pintu, kusen jendela, atap genteng, wastafel, kran air, fitting lampu, saklar dan stop kontak.
16. Tanpa gambar rencana yang pasti, dengan perubahan rencana ruangan di sana-sini
17. Tanpa rencana pengadaan material - struktur maupun finishing - membeli ketika 'saatnya diperlukan'
18. Rencana pemakaian beberapa material lama seperti pintu, wastafel, jendela yang saat dibongkar baru ketahuan atau menjadi rusak / tidak bisa dipakai atau tidak sesuai.
19. Tanpa bantuan pengawas yang ahli !
20. Tanpa kontraktor.....
Under estimate.
* Baik dari jangka waktu proyek. Rencana awal 2-3 bulan.
* Biaya proyek.
* Pemakaian material lama. Rencana awal genteng lama dan pintu-jendela yang lama
* Jenis pekerjaan renovasi.
Rencana awal 'hanya' bongkar atap rangka kayu ganti atap rangka baja-ringan, perbaikan dinding, renovasi wc/ kamar mandi. Pada prosesnya, 'terpaksa'
- ganti atap sebagian dengan spandek (yang lama genteng plentong)
- bongkar ruang kamar untuk kamar mandi tambahan di samping kamar mandi lama yg direnovasi
- ganti semua plafon dengan plafon tripleks
- ganti atap lantai dua karena dari asbes dan bocor pula
- ganti lantai kayu/ triplek lantai dua karena sudah rusak
- buat gudang baru
- harus ada penutup tambahan dari gap antara dinding pagar samping dengan talang air setinggi 1,2 x 15 m
- dll yang masih dalam tahap penyelesaian
MARAH : Ilusi tidak terpenuhinya perencanaan / harapan
Mengapa banyak orang - termasuk saya - seringkali merasa kesal / marah bilamana sesuatu yang tidak diharapkan terjadi? Diluar rencana... tentu tidak diharapkan. Jadi bilamana banyak rencana... banyak potensi tidak sesuai harapan... banyak potensi untuk marah-marah atau kesal :))[Hari ke-3] Ilusi Sebab-Akibat: Bias Cerita (13) vs Sebab-Akibat yg Salah (37)
Bangun jam enam pagi karena bunyi alarm jam 06:00. Pikiran bawah sadar atau setengah sadar bereaksi bangun.... sehubungan komitmen (Sebab komitmen bangun jam enam pagi, akibatnya begitu alarm berbunyi - meskipun masih terlelap - tetap bangun). Sebab-akibat tersebut 'mengalahkan' potensi sebab-akibat lainnya, seperti: Sebab kondisi kurang fit - sakit tenggorokan - dan kelelahan; akibatnya tidur pulas sehingga terbangun ketika alarm berbunyi namun segera dimatikan dan memilih untuk tidur kembali. Tadi rasanya ingin sekali demikian, namun "apa-daya" atau tepatnya "daya komitmen bangun jam enam pagi" lebih mencengkeram untuk ditindaklanjuti..!
Clear thinking: hubungan sebab-akibat adalah upaya produktivitas otak kita untuk mencari pola keselarasan, koneksi dan keteraturan sehingga dapat membentuk cerita yang dapat diikuti dan dimengerti dengan mudah. Kita dapat membuat cerita sebab-akibat apapun yang kita inginkan, tanpa perlu persetujuan orang lain. Demikian juga orang lain dapat membuat alasan sebab-akibat menurut versi mereka sendiri!
Contoh faktual: sekarang saya sedang mengalami radang tenggorokan atau sariawan (di sisi kiri belakang hulu lidah), kadang tenggorokan terasa gatal yang berpotensi batuk. Apakah penyebabnya? Harusnya banyak faktor, akumulasi dari kejadian beberapa hari yang lalu seperti:
Kurang asupan vitamin C atau makanan yg mengandung basa?
Kelelahan akibat mobilitas tinggi di jalanan yang macet?
Banyak pikiran/ stress renovasi, pekerjaan?
Tertular virus radang tenggorokan?
Terkena hukum karma ?
Karena makan dua scoop ice-cream di Ikea pada hari Kamis lalu?
Akibat cuti 5-hari kerja sehingga bangun siang... perut kosong/ terlambat makan/ terlambat asupan nutrisi yg dibutuhkan ? (Vitamin C tidak bisa disimpan, harus reguler di-asup, kalau berlebih pun bisa terbuang)
Kehujanan sebentar kemaren siang dalam perjalanan kaki dari JNE kembali ke kantor?
Hmmm.... akibat semua akumulasi penyebab-penyebab di atas? Itu kesimpulan klasik.
Bagaimana dengan penyebab tunggal (mengapa saya radang tenggorokan) :
Karena saya tanpa sengaja - entah dari siapa - tertular virus radang tenggorokan dari orang lain.
Ini adalah penyebab tunggal extroblame: kesalahan karena orang lain/ situasi di luar sana.
Atau....
Karena sistem kekebalan tubuh saya sedang drop...
Ini adalah penyebab tunggal introblame: kesalahan karena diri saya sendiri
Kesimpulan:
Secara faktual dan obyektif, tidak mungkin ada penyebab tunggal atas suatu peristiwa, meskipun penyebab-penyebab itu sudah disederhanakan.... tetap saja faktor penyebabnya minimal karena dua hal; yaitu pertama diri sendiri, dan kedua situasi/ lingkungan/ orang lain. Ini masuk akal karena keberadaan kita selalu ber-INTER-AKSI dengan lingkungan masyarakat.
Kita dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat otoritas lebih daripada yang kita bayangkan !
Clear thinking: hubungan sebab-akibat adalah upaya produktivitas otak kita untuk mencari pola keselarasan, koneksi dan keteraturan sehingga dapat membentuk cerita yang dapat diikuti dan dimengerti dengan mudah. Kita dapat membuat cerita sebab-akibat apapun yang kita inginkan, tanpa perlu persetujuan orang lain. Demikian juga orang lain dapat membuat alasan sebab-akibat menurut versi mereka sendiri!
Contoh faktual: sekarang saya sedang mengalami radang tenggorokan atau sariawan (di sisi kiri belakang hulu lidah), kadang tenggorokan terasa gatal yang berpotensi batuk. Apakah penyebabnya? Harusnya banyak faktor, akumulasi dari kejadian beberapa hari yang lalu seperti:
Kurang asupan vitamin C atau makanan yg mengandung basa?
Kelelahan akibat mobilitas tinggi di jalanan yang macet?
Banyak pikiran/ stress renovasi, pekerjaan?
Tertular virus radang tenggorokan?
Terkena hukum karma ?
Karena makan dua scoop ice-cream di Ikea pada hari Kamis lalu?
Akibat cuti 5-hari kerja sehingga bangun siang... perut kosong/ terlambat makan/ terlambat asupan nutrisi yg dibutuhkan ? (Vitamin C tidak bisa disimpan, harus reguler di-asup, kalau berlebih pun bisa terbuang)
Kehujanan sebentar kemaren siang dalam perjalanan kaki dari JNE kembali ke kantor?
Hmmm.... akibat semua akumulasi penyebab-penyebab di atas? Itu kesimpulan klasik.
Bagaimana dengan penyebab tunggal (mengapa saya radang tenggorokan) :
Karena saya tanpa sengaja - entah dari siapa - tertular virus radang tenggorokan dari orang lain.
Ini adalah penyebab tunggal extroblame: kesalahan karena orang lain/ situasi di luar sana.
Atau....
Karena sistem kekebalan tubuh saya sedang drop...
Ini adalah penyebab tunggal introblame: kesalahan karena diri saya sendiri
Kesimpulan:
Secara faktual dan obyektif, tidak mungkin ada penyebab tunggal atas suatu peristiwa, meskipun penyebab-penyebab itu sudah disederhanakan.... tetap saja faktor penyebabnya minimal karena dua hal; yaitu pertama diri sendiri, dan kedua situasi/ lingkungan/ orang lain. Ini masuk akal karena keberadaan kita selalu ber-INTER-AKSI dengan lingkungan masyarakat.
Kita dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat otoritas lebih daripada yang kita bayangkan !
[Hari ke-2] Thinking: Get-up Fast but Slow driving
Hari kedua komitmen bangun jam enam pagi masih terlaksana. Turun dari unit jam 7 kurang, bermobil saat jam sibuk di Jakarta, kilometer menunjukkan jarak 3.3 km dan jam 8:00. Kecepatan rata-rata 3 km/ jam! Beruntungnya setelah belok prapatan tembus ke rumah, bisa tiba di proyek jam 8:15. Hanya 5-10 menit koordinasi dengan tukang untuk kelanjutan pekerjaan renovasi... jam 8:55 tiba di kantor dengan jarak tempuh sekitar 10 km. Jadi kecepatan rata-rata 5km/jam! Think : apakah ada artinya bahwa kecepatan rata-rata bermobil di Jakarta saat jam sibuk adalah 3-5 km/jam? Itu hanya berarti "lambat sekali" atau "macet", lalu apa gunanya? Statistik diciptakan hanya untuk mendata dan mengukur. Saya kira dari semua kita tidak peduli atau tidak perlu tahu kecepatan rata-rata saat macet itu 3 atau 5 atau 8 km/jam. Yang lebih penting adalah "borongan waktu" yaitu perkiraan waktu tempuh dari tempat tinggal menuju tempat kerja. Jadi tidak ada yang namanya kecepatan macet rata-rata. Merujuk kepada buku "The Art of Thinking Clearly" karya Rolf Dobelli, ini seperti contoh lain dari sesat pikir (fallacy) nomer 55: Masalah Rata-Rata.
Langganan:
Postingan (Atom)










